Minggu, Desember 17, 2017
Beranda blog

Bayar Seikhlasnya, 1987 Siswa Ikuti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik

0
Sebagian peserta serius mengerjakan soal. (RP/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pemandangan berbeda terlihat di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Ahad (17/12/17).

Universitas yang harusnya libur pada hari Ahad ini, mendadak ramai. Beberapa mobil dan motor memenuhi jalan depan dan area parkir. Sejumlah orang tua dan anak terlihat tegang sambil berjalan menuju meja registrasi panitia.

Itulah suasana saat Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Center SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, yang bekerja sama dengan Jurusan PGSD UMG, mengelar babak Penyisihan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) 13. Sebelumnya, telah sukses digelar Uji Soal Matematika Nalaria Realistik (MNR), pada Oktober 2017 lalu.

Koordinator KPM Center Rudi Purnawan menyampaikan tahun ini adalah kali pertama berlangsung penyisihan KMNR di Kabupaten Gresik. “Babak penyisihan KMNR 13 dilakukan serempak di berbagai kabupaten/kota Indonesia,” jelasnya.

Dia menyampaikan, ada 1987 siswa kelas 1-9 yang mengikuti babak penyisihan KMNR 13 di Gresik ini.

Kepada PWMU.CO, Rudi—panggilan akrabnya—menjelaskan bahwa setelah babak penyisihan ini lembar jawaban akan dikirim ke Surabaya untuk dikoreksi.

“Pengumumannya 16 Januari 2017 di Republika Online dan www.kpmseikhlasnya.com,” tambahnya.

Yang unik dari olimpiade ini adalah panitia tidak mematok biaya pendaftaran. Menurut Ria Pusvita Sari, penanggung jawab olimpiade, biaya registrasi peserta seikhlasnya, sesuai kemampuan.

“Pendamping siswa yang mendaftarkan saat registrasi diminta untuk memasukkan sejumlah uang seikhlasnya ke dalam sebuah kotak khusus. Kami menyebutnya “keropak” infak,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan infak seikhlasnya, siswa yang berbakat matematika namun kurang mampu dari sisi ekonomi tetap dapat mengikuti kompetisi ini.

Penyisihan KMNR 13 ini berlangsung meriah. Selain ada photo booth, bazar mahasiswa PGSD juga turut memrihakan acara.

Karawitan yang dibawakan mahasiswa Jurusan PGSD UMG. (RP/PWMU.CO)

Mahasiswa semester 7 Jurusan PGSD menggelar bazar dalam rangka tugas akhir Mata Kuliah Kewirausahaan.

Selain itu, siswa dan orang tua yang menunggu, dihibur penampilan tim Karawitan Surya Samudra oleh mahasiswa PGSD UMG. Ini sekaligus menjadi ajang promosi Jurusan PGSD UMG.

Ditemui di sela-sela acara, Kaprodi PGSD UMG Nataria Wahyuning Subayani MPd mengaku senang dengan kerjasama ini.

“Bahkan, jika ada yang mendaftar hari ini sebagai mahasiswa baru di PGSD UMG akan mendapat potongan biaya pendaftaran sebesar Rp 100 ribu,” jelasnya bersemangat.

Wanita yang tengah mengandung 8 bulan ini mengungkapkan ketertarikannya terhadap KPM.

“KPM ini unik. Membimbing siswa dasar-dasar olimpiade matematika, namun dengan biaya seikhlasnya. Saya berharap kerjasama ini terus berlanjut,” ungkapnya.

Nataria menambahkan, pihaknya akan sangat senang jika KPM mau membuka kelas di PGSD UMG nantinya.

Do the best and to be ikhlas! (RP/MN)

Photo booth yang dimanfaatkan peserta bersama orang tua. (RP/PWMU.CO)

Aduuh, Ma Sakit…., Teriak Anak yang Ikut Khitan Massal Lazismu

0
Chairi S/pwmu.co
Ibu menenangkan anaknya yang dikhitan.

PWMU.CO-Ada yang meringis kesakitan, berteriak bahkan menangis kencang. Tapi banyak juga yang tenang dan pasrah saat dokter mengkhitannya di atas tempat tidur.

Begitulah suasana khitan massal yang diadakan Lazismu GKB Gresik di lantai empat Gedung Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Ahad (17/12/2017). Ada 125 peserta khitan kali ini berasal dari desa dan kecamatan Gresik.

Berita lain: Sarung Gratis untuk Marbot Masjid dari Lazismu

“Sakit, Maa..!” teriak Redika, peserta nomer tiga sambil memegang tangan ibunya yang berusaha menenangkan.

Di ruang lain suasana serupa juga dialami peserta. Dito, misalnya, anak berusia tujuh tahun ini meronta sejadi-jadinya hingga menyulitkan doker dan tim medis dari Ikatan Dokter Indonsia (IDI) Gresik yang menangani.

Setelah dibujuk sedemikian rupa, akhirnya dia pun menurut. “Nggak sakit Dito… ntar nyampe rumah mama belikan sepeda,” bujuk Bu Ani berusaha merayu anaknya.

Setelah khitan selesai semua peserta tersenyum bahagia. Mereka mendapat kaos, sarung, songkok, beasiswa dan school kit dari panitia penyelenggara.

Di ruang tunggu panitia memutarkan film kartun Islami untuk peserta yang menunggu giliran.

Kebahagiaan turut dirasakan oleh semua orang tua yang mendampingi anaknya. “Pelayanannya sangat bagus. Panitia dan dokternya ramah-ramah,” tutur Bu Lily salah satu orangtua kepada pwmu.com.

Khitan massal ini diselenggarakan oleh Lazismu Gresik Kota Baru (GKB) bekerja sama dengan Masjid Faqih Oesman UMG, Dikdasmen PCM GKB, IDI Gresik dan beberapa sponsor.

Ketua Kantor Layanan Lazismu GKB Suwono berharap, khitan massal ini akan terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya.

Khitan massal ini merupakan program kerja tahunan KLL GKB terhitung sudah lima kali diselenggarakan sejak tahun 2013 sampai sekarang. Turut hadir Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin. (Chairi Sulaiman)

Gerak Sehat dan Yel-Yel Sambut Tanwir Aisyiyah

0
Peserta Gerak Jalan dan Yel-Yel dari RS PKU Muhammadiyah Surabaya. (Habibie/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dalam rangka menyemarakkan Tanwir I Aisyiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabaya mengadakan Lomba Gerak Jalan Beregu dan Yel-Yel, Ahad, (17/12/17).

Kegiatan dipusatkan di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) Jalan Sutorejo No 59 Surabaya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr Mahsun Jayadi ikut menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggarakannya kegiatam uam merupakan rangkaian acara Pra Tanwir I Aisyiyah itu.

Mahsun, yang juga Wakil Rektor UMSurabaya itu, menjelaskan bahwa Tanwir I Asisyiyah akan digelar di At Tauhid Tower Kampus UMSurabaya.

“Insyaallah akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 19 Januari 2017. Beliau sekaligus akan meresmikan At Tauhid Tower, gedung baru Universitas Muhammadiyah Surabaya yang berlantai 13 itu,” ungkap Mahsun yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dia mengajak warga menyambut Tanwir I Aisyiyah dengan gembira dan penuh semangat.

Mahsun juga menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan peserta gerak jalan. “Luar biasa ini. Saya saksikan para peserta jalan sehat dengan gaya mereka masing-masing. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi semangat kepada kita semua, sukses!” ucapnya.

Ketua PDM Surabaya Mahsun Jayadi. (Habibie/PWMU.CO)

Kegiatan jalan sehat diikuti oleh 20 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Surabaya dan amal usaha Muhammadiyah Surabaya.

Selain jalan sehat, kegiatan juga dimeriahkan dengan bazar. Juga dilakukan pengobatan gratis oleh RS PKU Muhammadiyah Surabaya.

Adapun pemenang lomba gerak sehat beregu dan yel-yel adalah:

Juara I PCA Pabean Cantikan (336)
Juara II PCA Gubeng (333)
Juara III PCA Krembangan (330)

Harapan I PCA Ngagel (329).
Harapan II PCA Mulyorejo ( 323)
Harapan III SMPM 10.(322)

Selamat! (Habibie)

Musycab Nasyiah Balongpanggang: Undangan pun Angkat Kursi Sendiri

0
Penuh sesak. Undangan yang menghadiri Pembukaan Musycab NA Balongpanggang. (Ian Ianah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Musyawarah Cabang (Musycab) ke-5 Nasyiaatil Aisyiyah Balongpanggang berlangsung penuh antusias, Ahad (17/12/17).

Bagaimana tidak? Musycab yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Balopanggang, Gresik itu penuh sesak oleh undangan dan peserta.

Karena hampir seluruh kader ranting dan dusun menghadiri acara ini. Peserta pun melebihi target.

Ada 9 ranting dan 20 jamaah atau dusun di Balongpanggang. Masing-masing membawa 3-7 kader. Ada juga yang mengajak 10 kader.

Tak heran, jika kursi yang disediakan panitia tidak mencukupi. Akhirnya, banyak yang mengangkat kursi sendiri dari kelas-kelas.

Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah periode 2012-2016 Liza Rahmawati sampai terharu. Dalam sambutan, ia ungkapkan perasaan itu.

Demikian pula Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Gresik Ifa Faridah.

“Saya bangga melihat kader-kader yang antusias ini. Semoga menjadi penyemangat untuk periode selanjutnya,” ujarnya.

Musycab ini dihadiri oleh Camat Balongpanggang yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Yudi Setyono. Ia sangat senang bisa hadir di acara ini. “Di Muhammadiyah pasti bertemu dengan orang-orang intelek,” pujinya.

Pembukaan Musycab dihadiri juga oleh Hj Khomsatun dari Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang membidangi pendidikan, sosial kesehatan, dan tenaga kerja. Wakil rakyat dari Balongpanggang itu ingin dilibatkan dalam acara-acara Nasyiah.

“Jika ada acara Nasyiah mohon mengundang sehingga kami tahu aspirasi warga dan akan membawanya ke meja kerja DPRD,” ucapnya

Menurutnya, tiap ranting pasti mempunyai potensi yang berbeda. “Itu bisa digali bersama sebagai aset perempuan yang produktif,” ungkap dia.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Balongpanggang AF Dinawi yang membuka acara berpesan pada peserta agar memilih pemimpin yang pinter, jujur, kober, dan ikhlas. (Ian Ianah)

Tokoh-tokoh undangan foto bersama. (Ian Ianah/PWMU.CO)

Asyiknya Mahasiswa Blue Savant Membantu Nelayan Sukolilo

0
Faiz Azmi/pwmu.co
Mahasiswa IMM Blue Savant  membantu nelayan Sukolilo.

PWMU.CO-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah FKIP Komisariat Blue Savant mengadakan bakti sosial di kampung Sukolilo pantai Kenjeran.

Kegiatan yang bertajuk Blue Savant Peduli Kampung Nelayan ini dimulai pada Jumat (15/12/2017)dibuka oleh Immawan Haqiqi dari IMM Cabang Surabaya.

Acara yang bertemakan Jalin Silaturrahim Tingkatkan Kepedulian Menuju Desa Berkemajuan ini memiliki serangkaian kegiatan yaitu malam keakraban kader baru dan BPH, Aksi Sosial Blue Savant Peduli Pesisir, peresmian rumah baca Blue Savant, pembagian sembako, tabligh akbar.

Berita lain: Seminar Karier Lulusan Psikologi dalam Reuni IMM Akhir Desember

Acara berakhir Ahad (17/12/2017) berupa sosialisasi kesehatan dan pemeriksaan. Kemudian diakhiri pentas seni.

Acara Sabtu (16/12/2017) jadwal aksi sosial seluruh kader baru dan BPH membantu warga kampung nelayan mulai dari mengolah hasil laut sampai membuat makanan siap untuk dijual.

Kemudian berlanjut peresmian Rumah Baca Blue Savant oleh Ketua PRM Sukolilo Zainal Arifin. Acara ini juga dihadiri oleh kepala SD Muhammadiyah setempat.

Ketua Pelaksana Syakhroni berharap rumah baca ini mendorong anak-anak kampung nelayan menjadi generasi yang gemar membaca buku dan memperluas wawasan mereka.

Kegiatan malam diisi dengan tabligh akbar di Masjid Sukolilo dengan penceramah Dr M Arfan Muammar, dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya. Tabligh akbar banyak dihadiri warga kampung nelayan.

Ketua Komisariat IMM Blue Savant Yusmi Azian menuturkan kegiatan ini memberi pengalaman mahasiswa diterjunkan langsung dan berbaur dengan masyarakat. (fa’iz azmi)

Faiz Azmi/pwmu.co
Pemeriksaan kesehatan warga Sukolilo, Ahad.

Berjalan 3 Jam demi Ikut Literacy Camp #2

0
Berfoto bersama di Gedoeng Moehammadijah Yogyakarta. (Putri/PWMU.CO)

PWMU.CO – Banyak cerita unik yang menyertai perjalanan peserta Literacy Camp #2 di De Ani Edu Park, Gunung Kidul, Yogyakarta, pada Jumat (15/12/17).

Kegiatan yang diadakan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) ini diikuti oleh 39 peserta dari berbagai komunitas di penjuru Indonesia.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi acara, mereka berkumpul di kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta.

Aris Syahroni (25), salah satu peserta dari Paciran Lamongan, menggunakan angkutan kereta api menuju Yogyakarta, Kamis (14/12/17) bersama komunitas lain dari Bangkalan dan Surabaya.

Menariknya, dari stasiun Lempuyangan, Yogyakarta ke Kantor PP Muhammadiyah, Aris dan 3 orang peserta itu berjalan kaki.
“Dari stasiun pukul 20.00 malam sampai kantor PP Muhammadiyah pukul 23.00. Lumayan capek, tapi justru ini sangat berkesan,” ujar Petugas Perpustakaan Pondok Modern Paciran tersebut.

Aris, yang dua kali mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah, hanya bermodal “ngikut” saja, karena tidak hafal jalan. “Saya ngikut aja, karena tidak hafal jalan, teman-teman yang hafal,” ujarnya dengan tertawa mengingat momen lucu tersebut.

Tidak kapok berjalan kaki, sambil menunggu jam keberangkatan menuju ke lokasi, Aris dan peserta lain berjalan kaki mengunjungi Taman Pintar.

Sementara itu, Bustomi, peserta dari Pimpinan Daerah IPM Bangkalan Madura tak kuasa menahan rasa bahagianya. “Senang sekali bisa berkunjung di taman ini bersama-sama. Apalagi ketika bermain gamelan, kita bisa memainkan musik bersama-sama,” ujarnya. (Putri).

Kemah Kebangsaan Simbol Ukhuwah Pemuda Muhammadiyah dan Banser

0
Dokumentasi PWPM Jatim
Pemuda Muhammadiyah dan Banser Ansor kompak dalam kemah kebangsaan.

PWMU.CO – Apel dan kemah kebangsaan Pemuda Islam bersama Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Pemuda Muhammadiyah digelar di pelataran Candi Prambanan, Sabtu (16/12/2017).

Acara ini untuk mempererat tali persaudaraan, ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah. Tampak kemeriahan, kegembiraan, dan kekompakan seluruh peserta berbeda organisasi ini.

Berita lain: Komandan Banser Kagumi Kegiatan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah

“Dalam kemah ini PWPM Jawa Timur turut berpartisipasi dengan mengirim seribu kader berseragam KOKAM lengkap,” ujar Mukayat Al Amin MSosio, ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim saat dikonfirmasi pwmu.co.

Mukayat memimpin langsung pemberangkatan acara ini. Menurut dia pesan dan kesan acara ini sangat baik. “Untuk mempererat tali silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah antar pemuda Islam,” tambahnya gembira karena diajak foto bareng Banser.

“Saya berharap ukhuwah kita semakin baik saat ini dan yang akan datang. Jika ada persoalan bisa diselesaikan dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, terutama unsur pimpinan,” jelasnya.

Mukayat berharap kegiatan ini mampu memberikan kontribusi dan dampak semakin damainya umat dan bangsa Indonesia.

Mukayat juga mengimbau jika terjadi kesalahpahaman di lapangan antara KOKAM dan Banser, sebisanya dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan baik dan dengan cara yang humanis. (Izzudin)

Guru Harus Hebat agar Murid Makin Hebat

0
Fatchul Amien/pwmu.co
Pelantikan Forum Guru Muhammadiyah Tuban.

PWMU.CO-Forum Guru Muhammadiyah (FGM) dilahirkan oleh Dikdasmen PDM Tuban. Pengurusnya dilantik di Asrama Haji Tuban, Ahad (17/12/2017).

Sebanyak 16 pengurus FGM merupakan perwakilan dari SD, SMP dan SMA Muhammadiyah Tuban dibimbing membacakan ikrar yang dipimpin oleh Ketua PDM Tuban Nurul Yakin dan diikuti oleh ratusan guru yang hadir.

Berita lainnya: Cerita Dahlan Iskan Dicurhati Orang Tua yang Punya Obsesi Berlebihan pada Anaknya

FGM periode pertama ini, terpilih Budi Utomo sebagai ketua. Menurut Budi Utomo, FGM dibentuk untuk ajang komunikasi para pendidik di kalangan Muhammadiyah. Tentunya untuk tukar pengalaman, belajar, dan meningkatkan prestasi di bidang pendidikan untuk Muhammadiyah berkemajuan.

“Saya berpesan kepada para pendidik, lewat FGM ini agar menjalin komunikasi yang harmonis antaranggota untuk mencapai tujuan bersama,” tegas Budi Utomo.

Nur Alam, ketua Dikdasmen PDM Tuban memberikan selamat dan sambutan dalam momen ini. Komitmen dalam bersyarikat di kalangan guru Muhammadiyah Tuban masih sangat kurang.

“Di Tuban ini hanya ada 22 sekolah Muhammadiyah dan 388 guru di dalamnya. Sedangkan mari kita lihat berapa guru yang datang di ruangan ini, hal kecil ini sudah dapat menjadi tolok ukur seberapa komitmen guru Muhammadiyah peduli kepada persyarikatan,” tutur Nur Alam.

Ketua PDM Tuban Nurul Yakin memberikan spirit kepada para guru agar tidak patah semangat untuk membesarkan Muhammadiyah melalui bidang pendidikan.

Guru, menurut Nurul Yakin, bukanlah orang biasa yang melahirkan orang-orang hebat seperti yang pepatah dahulu katakan. “Saat ini mari kita yakini bersama bahwa orang-orang yang hebat itu lahir, berkat didikan para guru-guru yang hebat pula,” terang Nurul Yakin penuh semangat.

Acara diakhiri dengan Seminar Pendidikan oleh Fahri, ketua FGM Pusat sekaligus Kepala SMK Gondanglegi, Malang. (Fatchul Amien)

Tak Hanya Hijab, UKS pun Perlu Syar’i

0
Ruang UKS SDM 2 GKB yang memisahkan ruang pemeriksaan siswa dan siswi. (Foto Aziz for PWMU.CO)

PWMU.CO – Kreativitas tanpa batas agaknya menjadi slogan yang cocok untuk Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik.

Seperti lahirnya Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS), yang road show sesi 1-nya berakhir Jumat (15/12/17) lalu.

Dalam LLSMS itu banyak temuan unik dari sekolah yang dikunjungi. Seperti yang diperoleh M Fadloli Aziz, satu tim juri, yang bertugas di SD Muhammadiyah 2 Gresik Kota Baru (GKB) yang berlokasi di Pondok Permata Suci, Manyar, Gresik. Ia mengaku banyak melihat keunikan selama penjurian, Senin (4/12/17).

”SDM GKB 2 mempunyai beberapa keunikan. Pengurus Ikatan Wali Murid (Ikwam) sangat kompak mendukung sekolahnya. Saat penjurian di sana, kami ’
digeruduk ibu-ibu pengurus Ikwam sekampung,” tutur sedikit bercanda pada PWMU.CO, Sabtu (16/11/17)

Aziz—panggilan akrabnya— menambahkan dukungan Ikwam sangat tampak tidak hanya jumlahnya, tapi kualitas dukungan dalam masing-masing program Kelompok Kerja (Pokja) kesehatan sekolah.

“Ada Pokja Pengolahan sampah, Pokja Tanaman Obat Keluarga (Toga), dan sebagainya. Bahkan kami sempat mencicipi minuman dan makanan khas dari toga yang mereka buat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kab Gresik ini menyampaikan SDM 2 GKB memiliki program UKS Syar’i, Bank Infak Sampah, dan Uji Laboratorium Makanan.

“Pada UKS Syar’i terdapat pemisahan antara bilik untuk siswa laki-laki dan siswa perempuan. Sementara Bank Infak Sampah mewajibkan siswanya mengumpulkan sampah plastik untuk dijual dan uang hasil penjualannya digunakan untuk berinfak,” ujarnya.

Pria asal Bungah Gresik itu menceritakan pada Uji Lab Makanan, SDM 2 GKB telah melakukan uji laboratorium di Dinas Kesehatan Gresik untuk setiap makanan yang disajikan kepada siswa seperti pentol, mie, dan pizza.

Seperti hijab, menata UKS pun perlu syar’i. Dan menjaga lingkungan sehat juga bagian dari syariat. (TS)

Pengelolaan sampah di SDM 2 GKB. (Foto Aziz for PWMU.CO)

Ternyata Kader Kintilan Bisa Lebih Matang dan Militan

0
Hafifah Imtihanah (kanan) dalam Baitul Arqam PDA Kabupaten Pamekasan (Erfin Walida/PWMU.CO)

PWMU.CO – “Saya menjadi anggota Aisyiyah tidak ujug-ujung. Tapi memulai dari kader kintilan. Saya ngintil (ikut) ibu dalam beraktivitas dakwah sejak masih ingusan.”

Begitulah ungkapan Hafifah Imtihanah dalam Baitul Arqam Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pamekasan Ahad (17/12/17) pagi. Sebanyak 50 peserta berdecak kagum mendengar kalimat yang tak biasa tersebut.

Terlihat seorang ibu mengelus kepala anaknya seakan menyemogakan ucapan Ketua Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur itu. Sedangkan ibu yang lain ingin meniru cara tersebut. “Setujuuu…,” seru mereka di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Pamekasan itu, saat pemateri bertanya apakah bersedia mengkader anak-anaknya.

Hal itu sejalan dengan materi yang disampaikan sarjana pertanian ini: “Kepemimpinan dan Transformasi Kader.”

Mirisnya melihat krisis kader Muhammadiyah dan organisasi otonom saat ini, perkaderan keluarga seakan menjadi jawaban yang menjanjikan.

“Program ini sedang kami godok bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim. Nanti anggota keluarga yang bekerja di amal usaha Muhammadiyah harus masuk ke ortom,” lanjutnya.

Nenek yang masih terlihat muda meski memiliki 3 cucu ini pun menerapkan perkaderan kintilan pada putrinya. Terlihat beberapa kali diajak rapat atau mengisi materi, bahkan kini dimasukkan ke dalam jajaran anggota MPK PWA.

“Tidak apa-apa awalnya senang ikut ibunya, kemudian melihat ibu-ibu Aisyiyah pintar-pintar, lama kelamaan ingin jadi seperti mereka,” terang ibu asal Pacet tersebut.

Hafifah Imtihanah membuktikan ternyata kader kintilan itu bisa lebih matan dan militan. Ayo ngintil! (Erfin Walida)

Artikel Terkini