Gus Ipul: Tak Bisa Dibayangkan jika Indonesia tanpa Muhammadiyah

Gus Ipul: Tak Bisa Dibayangkan jika Indonesia tanpa Muhammadiyah

1600
3
BAGIKAN
Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul saat memberi sambutan pada pembukaan Kajian Ramadhan PWM Jatim di UMM Dome (foto Ridlo)
Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul saat memberi sambutan pada pembukaan Kajian ramadhan PWM Jatim di UMM Dome (foto rino anugrawan)

PWMU.CO – Indonesia bersyukur mempunyai organisasi Islam besar Muhammadiyah. Tidak bisa dibayangkan jika Indonesia tanpa Muhammadiyah, karena sejak awal berdirinya Indonesia Muhammadiyah telah banyak berkontribusi terhadap Indonesia utamanya dalam hal merebut kemerdekaan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan sebagainya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf pada acara pembukaan Kajian Ramadhan 1437 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Hall UMM DOME Sabtu (11/6) sore.

(Baca: Ayu ‘Sihir’ Peserta Kajian Ramadhan Muhammadiyah Jatim dan Ketum PP Muhammadiyah Launching 4 Buku dalam Kajian Ramadhan)

Gus Ipul, panggilan akrabnya, mengatakan, persoalan global yang tengah melanda di Timur Tengah seperti konflik di Irak dan Syiria yang tak kunjung mereda dan telah menelan ribuan warganya merupakan contoh dari ketidakstabilan kondisi negara dan masyarakatnya. “Tapi di Indonesia yang notabene penduduk Islamnya terbesar di dunia bisa hidup aman, tentram dan damai adalah salah satu kontribusi Muhammadiyah,” kata Gus Ipul.

(Baca juga: Gus Ipul Dorong Kader Muhammadiyah Masuki Dunia Politik dan Saat di Samping Gus Ipul, Saad Ibrahim: Saya Lebih Pantas Jadi Gubernur)

Menurut mantan Ketua Umum PP GP Anshor ini, Muhammadiyah di Indonesia bisa menjadi penyeimbang dan tauladan dari contoh tata kehidupan yang mengedepankan musyawarah dan kedamaian sebagai wujud masyarakat yang berkemajuan.

“Dalam konteks kekinian, masih terdapat banyak persoalan serius yang harus diatasi, diantaranya adalah kesenjangan sosial, ekonomi belum merata, narkoba, kekerasan seksual terhadap anak, dan juga LGBT di akhir-akhir ini,” kata Gus Ipul. Berbagai persoalan yang tiada kunjung selesai ini, menurut Gus Ipul, harus mendapat perhatian dari segenap unsur masyarakat, bukan hanya pemerintah tapi organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah juga punya peran andil besar terlibat di dalamnya.

(Baca juga: Cara Nyai Ahmad Dahlan Mendidik Anak dan Masjid Harus Sediakan Wifi, Buku, dan Kopi agar Lebih Menarik dari Warkop)

Dalam kesempatan ini pula, Gus Ipul menyampiakan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam kepada Aisyiyah Jawa Timur yang telah membantu program-program pemerintah utamanya bidang pemberdayaan kaum perempuan dan pengembangan ekonomi.

“Aisyiyah selalu menjadi garda depan dalam menyukseskan program-program propinsi Jawa Timur, untuk itu saya mewakili gubernur jawa timur menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam andilnya Aisyiyah dalam pemberdayaan wanita Jawa Timur,” puji Gus Ipul.

(Baca: Kenapa Orang yang Kelupaan Sesuatu Mudah Ingat saat Shalat? Berikut Penjelasannya dari Aspek Ilmu Otak dan Ini Peserta Kajian Ramadhan yang Mendapat Penghargaan)

Mengakhiri sambutannya, Gus Ipul menyampaikan salam kepada seluruh warga Muhammadiyah di Jawa Timur dan memohon dukungannya dalam ikut membantu mensukseskan dan mendukung program-program kerja pemerintahan dalam rangka mewujudkan Jawa Timur yang berkemajuan seperti yang harapkan oleh Muhammadiyah.

“Semoga Muhammadiyah semakin eksis dan saya meyakini Muhammadiyah akan terus berkembang semakin besar dari bagian dari organisasi masyarakat yang bermanfaat bagi perkembangan agama dan negara,” kata Gus Ipul. (Ridlo)

3 KOMENTAR

  1. MUHAMMADIYAH DI NATIONAL SECURITY COUNCIL, GEDUNG PUTIH, WASHINGTON DC
    Pada bulan April 2006, sebagai Ketua PP Muhammadiyah (periode 2005-2010), saya bersama Ibu Ibu Dr. Muthmainah Pribadi (Wkl Ketua Majlis PKU), Dr Atikah Zacky dan Darichah Jassin dari PP Aisyiyah, diundang USAID ke Washington dalam rangka Graduation Day Kerjadama Muhammadiyah -USAID di bidang KB.
    SAlah satu acara adalah berkunjung ke National Security Council (US NSC, Dewan Keamanan Nasional. Dewan ini ternyata yg mengkoordinasikan penyergapan thp Osama bin Laden di Pakistan) yg berkantor disayap kiri Gedung Putih.
    Kita diterima oleh DR Holly Morrow, Direktur US NSC, seorang PhD Bidang Cina.
    Dalam kunjungan tsb kita didampingi oleh Prof Joze Raymond, Guru Besar Komunikasi dari Bloomberg School of Public Health, John Hopkins University, Baltimore.
    Kita juga tidak faham knp kita dibawa ke Dewan Keamanan Amerika ini. Baru belakangan kita faham, ktk US USC tsb minta Muhammadiyah ikut berperan dlm penanggulangan aviant flu atau fku burung yg merebak pd awal 2006 tsb. Rupanya oencegahan flu burung ini bagian dari pre-emptive war bagi Amerika.
    Memang pada akhir 2006 USAID Indonesia minta Muhammadiyah bekerjasama dlm penanngulangan flu burung di Indonesia, tanpa mengajukan proposal apaoun.
    Ygmenarik, dalam Diskusi bersama Dr Holy Morrow, tiba-tiba Prof Joze Raymond mengajukan pertanyaan tak terduga:
    “What would likely happen to Indonesia if Muhammadiyah was never establised in Indonesia”???
    Pertanyaan ini benar-benar diluar konteks.
    Tapi ya kita jawab sepantasnya, bahwa :
    “Very likely we became a cimmunist or at least socialistic country. Or probably the other way around, where we became an Islamic hardliner state, we became Thaliban Thaliban with our AK 47Vin our hand”.
    Sudibyo Markus

  2. Ini artinya Gus Ipul yg Wagub dan kapasitas sbg pribadi dpt diajak kerjasamanya memajukan Muhammadiyah Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan