Malik Fajar: Peradaban Dibangun dengan Kesadaran dan Iman

Malik Fajar: Peradaban Dibangun dengan Kesadaran dan Iman

222
0
BAGIKAN
Dari kiri, Malik Fajar, Muhammad Sholihin dan Fauzan setelah kajian Ramadhan UMM.
Dari kiri, Malik Fajar, Muhammad Sholihin dan Fauzan setelah kajian Ramadhan UMM.

PWMU.CO – Prof Malik Fajar dalam kajian Ramadhan yang terselenggara di masjid AR Fahruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), hari ini (11/6) mengatakan, aktualisasi peradaban itu dibangun oleh manusia, dengan tujuan membangun harkat dan martabat manusia. Hal itu agar manusia tetap menjadi akhsani taqwim dan khoiro ummah.

”Pergumulan Islam tidak pernah berakhir dan semua telah berubah. Bahkan Malang yang dulu sudah jauh berubah, dari saat dirinya masuk ke Malang di tahun 1963,” kata Malik, yang juga mantan menteri pendidikan.

Menurut Malik membangun peradaban manusia, terutama di era globalisasi harus diawali dengan pembiasaan. Malik memberi contoh tentang pembiasaan  puasa, anak diajari puas bedok (Dzuhur) dulu.

”Harus dibiasakan, kemudian  dibudayakan. Baru ditanamkan nilai-nilai melaui pendidikan. Kalau itu bisa kita bangun, maka akan menjadi baik,” paparnya.

Peradaban, lanjut Malik, dibangun melalui proses dan itu dimulai dari kampus. Peradaban juga dibangun dari masjid dengan kesadaran dan keimanannya. Peradaban yang dibangun, terang Malik, harus humanis dan memihak. Terutama pada hati nurani dan kebenaran.

”Islam berkemajuan itu dibangun dari amal sholih dan itu sesuai dengan hati nuraninya. Amal yang sesuai dengan hati nurani tidak bisa ditiru. Maka, lihatlah meja kerja bapak/ ibu apa sudah mencerminkan peradaban itu,” urainya.

Malik menambahkan aktualisasi Ramadhan itu tercermin dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari. Bagaimana mengaktualisasikan itu dalam wudhu, dalam shalat maupun aktivitas lain dalam kehidupan kita.

Keberadaan manusia, terang Malik bukan hanya sekedar fisik, tetapi juga hati. Guru bangsa Cokro Aminoto pernah berkata: berfikir dan berfikir kembali. Sedangkan KH Ahmad Dahlan mengatakan, iman dan amal sholih. Jadilah ulama yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan jangan pernah lelah bekerja untuk kemajuan masyarakat. KH.

”Ramadhan itu mumentum untuk memperbaiki diri. Bulan revolusi diri. Kampus tempat orang berfikir dan masjid tempat mengaktualisasikan iman,” tegasnya.

Sementara Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan dalam sambutannya mengatakan, membangun peradaban manusia itu tujuannya untuk mencerdaskan hati manusia. Yang sekarang ini, lanjut Fauzan mulai terkikis oleh kemajuan teknologi.

”Sebenarnya masyarakat Islam telah membangun peradaban manusia. Mulai dari fikir (pikiran) dzikir (Imam)  ukir (amal sholih),” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, juga dihadiri oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim Muhammad Sholihin, yang meluangkan waktu disela-sela acara kajian Ramadhan PWM Jatim. (aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan