UMM Terjunkan 5000 Mahasiswa di 116 Desa demi Berantas Buta Aksara

UMM Terjunkan 5000 Mahasiswa di 116 Desa demi Berantas Buta Aksara

645
0
BAGIKAN

kkn-ribuan peserta kkn memadati helipad umm

PWMU.CO – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan, secara resmi melepas 5100 mahasiswa yang akan mengabdi pada masyarakat lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Helipad UMM, Sabtu (11/6). Dalam sambutannya Fauzan mengatakan, mahasiswa harus bisa membawa nama baik UMM dan menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat.

“Kalian ini dianggap orang yang memiliki pendidikan tinggi, maka harus diimbangi oleh akhlak yang tinggi pula. Apalagi kalian adalah mahasiswa dari perguruan tinggi Muhammadiyah, maka jagalah sikap kalian dengan baik,” pesan Rektor kepada peserta KKN.

Peserta KKN UMM, lanjut Fauzan, tidak boleh menganggap masyarakat desa sebagai orang yang tidak berpendidikan. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa memperhatikan nilai dan norma yang ada di masyarakat desa.

(Baca: Inilah Alasan Kenapa UMM Selalu Jadi Tempat Kajian Ramadhan PWM Jatim)

“Kalian ini hadir di tengah masyarakat, bukan sebagai komunitas yang bebas norma dan budaya, serta agama. Warga akan menilainya. Untuk itu, jangan ciptakan sesuatu yang bertentangan dengan itu,” ujarnya.

Fauzan juga menegaskan, peserta KKN harus mampu memilah dan menghindari konflik kepentingan kelompok masyarakat desa. Terutama mereka yang memanfaatkan kehadiran peserta KKN untuk menaikan citranya di tengah masyarakat.

“Diharapkan, peserta KKN tidak berada di tengah kelompok manapun, tapi kalian harus menjadi kelompok yang selalu memosisikan diri sebagai pemberi solusi bagi siapapun,” imbuhnya.

Sementara Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM, Prof Dr Sudjono MKes mengungkapkan, peserta KKN Semester Ganjil Tahun Akademik 2016/2017 terdiri atas 116 kelompok. Mereka tersebar di 116 Desa, 61 Kecamatan dan 17 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Antara lain Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Jombang, Magetan, Madiun, Tulungagung, Blitar, Bondowoso, Probolinggo, Lumajang, Mojokerto, hingga Sampang.

Sudjono menambahkan berdasarkan evaluasi yang ada, di setiap desa yang ditempati peserta KKN UMM, masyarakat merespon dengan baik kehadiran mereka. Itu ditandai dengan semakin banyak desa yang mengajukan untuk penempatan KKN mahasiswa dari UMM.

“Saat peserta KKN pulang, masyarakat desa selalu berharap untuk periode selanjutnya, ada lagi mahasiswa KKN dari UMM yang ditempatkan di desanya,” paparnya

Untuk tahun ini, terang Sudjono program wajib peserta KKN yang diunggulkan yaitu pengembangan desa melalui sistem teknologi informasi (information technology/IT). DPPM UMM, Lanjut Sudjono, melalui peserta KKN mencoba untuk berkontribusi membangun desa-desa di Jawa Timur. Terutama dalam aspek ekonomi, sosial, budaya dan agama.

“Peserta dibekali dengan software yang dikembangkan UMM. Nantinya, perangkat desa akan diajarkan bagimana penggunaannya. Diharapkan dengan itu, bisa membantu mempermuda pengerjaan administrasi desa. Di beberapa desa juga, Peserta dibekali program dari Kemensos yakni pengentasan buta aksara dan kewirausahaan,” terangnya.

Peserta KKN di periode ini merupakan yang terbanyak selama penyelenggaraan KKN di UMM. Pelepasan ditandai dengan penerbangan ratusan balon oleh Rektor. Peserta KKN UMM akan diberangkatkan pada 19 Juli dan kembali ke kampus pada 17 Agustus mendatang. (Nas/aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan