Kirab Ramadhan Meriahkan Kampung Eks-Lokalisasi Prostitusi

Kirab Ramadhan Meriahkan Kampung Eks-Lokalisasi Prostitusi

613
0
BAGIKAN
Kirab Ramadan di perkampungan eks lokalisasi prostitusi Kremil dan Bangunsari, Minggu (5/6) (foto
Salah satu kelompok peserta Kirab Ramadan yang digagas PCM Krembangan di perkampungan eks lokalisasi prostitusi Kremil dan Bangunsari. foto Hanif Nashrullah)

PWMU.CO – Kampung eks lokalisasi pelacuran Kremil dan Bangunsari Surabaya Ahad (5/5) sore tampak meriah. Sebanyak 180 warga terlibat dalam kirab menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1437 Hijriah. Terbagi dalam 20 kelompok, mereka berjalan kaki menyusuri kedua perkampungan tersebut. Sebagian besar peserta kirab adalah anak-anak dari Tempat Pengajian Al Quran (TPA), para remaja dan muda-mudi. Juga ikut berpartisipasi adalah amal usaha milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

(Baca: Tujuh Penyakit Ini Bisa Disembuhkan dengan Puasa)

“Tentu, warga kampung Kremil dan Bangunsari juga kita libatkan dalam kirab ini,” ujar salah satu panitia Kirab Ramadan PCM Krembangan, Irfandi. Menurutnya, kegiatan ini sudah menjadi tradisi sejak awal tahun 2000-an. “Kita sudah lakukan kirab seperti ini sejak lokalisasi Kremil dan Bangunsari belum ditutup. Ya, untuk mengingatkan saja kepada warga sekitar bahwa Ramadhan adalah bulan baik untuk beribadah,” tuturnya.

Kirab Ramadhan yang diselenggarakan setiap tahun ini punya tema sendiri-sendiri. Pada tahun ini misalnya, kirab ini mengambil tema Stop Kekerasan terhadap Anak. “Selain mengingatkan kepada warga sekitar kalau bulan Ramadhan telah tiba, kita juga ingatkan agar masyarakat ikut melindungi anak-anak dari kekerasan yang belakangan ini marak,” terangnya.

(Baca juga: Hari Gini Nggak Puasa…? Apa Kata Neraka?)

Irfandi mengatakan, agenda tahunan tiap bulan Ramadan PCM Krembangan di wilayah eks lokalisasi Kremil dan Bangunsari, tak hanya Kirab Ramadan saja. “Sebelum lokalisasi ditutup, kita juga rutin menggelar Pondok Ramadhan bagi para PSK. Sekarang lokalisasi sudah ditutup, tetap kita lanjutkan Pondok Ramadan bagi eks PSK di wilayah Kremil dan Bangunsari,” imbuhnya.

PCM Krembangan ikut berperan dalam membersihkan kawasan lokalisasi prostitusi Kremil di perkampungan Tambakasri dan Bangunsari, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Kawasan lokalisasi ini pernah terkenal dan sempat disebut sebagai kawasan prostitusi terbesar se-Asia Tenggara di era 1960-an, sebelum kemudian meredup oleh adanya Lokalisasi Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, tahun 1970-an.

PCM Krembangan tidak tinggal diam di tengah riuhnya gemerlap prostitusi Kremil dan Bangunsari yang berada di dalam lingkungan wilayahnya. Salah satunya, PCM Kecamatan rutin menggelar Kirab Ramadan setiap memasuki awal Bulan Suci Ramadan dengan melibatkan warga setempat sejak awal tahun 2000-an. Hingga Pemkot Surabaya menutup kawasan prostitusi ini di penghujung tahun 2013, tradisi Kirab Ramadan yang digagas PCM Krembangan masih terus berjalan sampai sekarang. (Hanif Nashrullah)

TIDAK ADA KOMENTAR