Beranda Headline 5 Pertanyaan Pak AR untuk Warga Muhammadiyah saat Mendesain Interior Rumah

5 Pertanyaan Pak AR untuk Warga Muhammadiyah saat Mendesain Interior Rumah

0
BAGIKAN
AR Fakhruddin, Pak AR
Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1968-1990, KH AR Fahkruddin (foto: suaramuhammadiyah.com)

PWMU.CO – Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1968-1990, KH Abdur Rozak Fakhrudin, yang lebih dikenal dengan Pak AR, merupakan sosok teduh dan meneduhkan. Selain dikenal sebagai muballigh yang selalu menebar rasa kasih sayang dalam kehidupan sesama Muslim dan non-Muslim, dia juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Karya tulisnya banyak dibukukan sebagai pedoman bagi warga Muhammadiyah.

Berikut ini pwmu.co menurunkan tulisan Pak AR terkait rambu-rambu mengatur desain interior rumah bagi warga Muhammadiyah. Berbeda dengan tulisan lain yang biasanya berbentuk panduan yang aplikatif, Pak AR lebih memilih menggunakan kalimat pertanyaan untuk masalah ini. Selamat membaca dan semoga menginspirasi!

(Baca: Mengkafirkan dan Mencaci Pelaku Bid’ah Bukanlah Ajaran Muhammadiyah. Begini Tutur Pak AR dan 4 Pesan Pak AR untuk Calon Pengantin)

Untuk tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan beraneka ragam, maka dalam soal ini sengaja tidak saya tuliskan garis-garis tertentu, melainkan saya menuliskan pertanyaan-pertanyaan dengan pengharapan untuk dapat Saudara-saudara pikirkan. Terutama Saudara-saudara sebagai anggota Muhammadiyah yang telah berkartu anggota dan bernomor baku.

Pertama, bagaimanakah perasaan dan pikiran Saudara apabila melihat rumah tangga seorang anggota Muhammadiyah, di sana ada gambar-gambar bintang film, apalagi bintang-bintang film wanita yang dengan lagak, gaya, mimik, dan pakaian-pakaian yang begitu rupa? Adakah Saudara akan beranggapan, inilah anggota Muhammadiyah yang telah dapat dinilai sebagai seorang modern?

(Baca: 5 Pesan Pak AR untuk Suami-Istri agar Rumah Tangga Bahagia dan Ini Pesan Pak AR: Cara Menasehati Istri dan Anak)

Kedua, bagaimanakah kalau ada rumah anggota Muhammadiyah, mungkin karena kekayaannya yang melimpah-limpah, sehingga alat-alat rumah tangganya sangat berlebih-lebihan. Barang pecah belah yang berlebihan, sampai banyak yang hanya dijadikan hiasan di ruang tamu? Adakah hal itu wajar bagi seseorang yang percaya kepada hari kemudian nanti akan diperiksa dan diperhitungkan oleh Allah?

Ketiga, bagaimana kalau di rumah seorang anggota Muhammadiyah tidak ada Almanak Muhammadiyah ataupun simbol-simbol/lambang Muhammadiyah, justru yang ada malahan gambar-gambar nyonya-nyonya Jepang dengan pakaian ala Jepang, atau gambar Putri Bali ataupun gambar-gambar yang hanya merangsang hal-hal tidak baik itu? Selanjutnya halaman 2

Tinggalkan Balasan