Satu Tanggal Satu di Bumi yang Satu: Catatan Penulis Buku ‘Ayat-Ayat Semesta’...

Satu Tanggal Satu di Bumi yang Satu: Catatan Penulis Buku ‘Ayat-Ayat Semesta’ soal Kalender Hijriyah Global

567
2
BAGIKAN
Dr Agus Purwanto (foto Fatoni)
Agus Purwanto (foto Nurfatoni)

PWMU.CO – Di Turki negeri yang jauh dari Indonesia telah disepakati kalender bersama dunia Islam: Kalender Hijriyah Global. Sehingga tanggal satu Muharram di Indonesia, juga satu Muharram di Malaysia, India, Irak, Saudi Arabia, Mesir, Maroko, Inggris, Amerika, dan Australia.

Satu Ramadan di Jakarta, juga satu Ramadan di Kuala Lumpur, New Delhi, Mekah, Kairo, Rabat, Berlin, London, New York, dan Melbourne.

Sehingga lailatul qadar di Brunei, juga lailatul qadar di Banglades, Pakistan, Afghanistan, Yaman, Jordania, Sudan, Somalia, Belanda, Kazakhstan, Kanada dan, Selandia Baru.

(Baca: Hisab Tidak Bertentangan dengan Sunnah, Tapi Sangat Selaras)

Para ulama telah berkumpul dan membuat kesepakatan. “Satu Tanggal Satu” di bumi yang satu, bulan yang satu dan matahari yang juga satu.

Kesepakatan tidak bulat, tidak apa. Apakah salah satu dari kelompok ini akan masuk neraka? Saya yakin tidak. Baik yang sepakat maupun yang tidak sepakat telah berpijak pada dalil naqli dan aqli. Kita pun tahu, andai ijtihad itu salah maka yang berijtihad salah itu tetap mendapat pahala, bukan murka dan neraka.

(Baca juga: Panduan Hisab dan Tuntunan Ibadah Ramadhan)

Yang salah dapat satu, yang benar dapat dua pahala. Betapa Rahman dan Rahim Allah, Tuhan kita. Tetapi memang, ada pihak yang tidak menginginkan umat Islam bersatu. Semoga bukan Sampeyan, bukan Sampeyan, dan bukan Sampeyan. Semoga, bukan keluarga kita, bukan teman kita, bukan…

Para ulama berkumpul membahas dan menetapkan “Satu Tanggal Satu” di bumi yang satu, juga dengan satelit yang satu dan matahari yang satu pula. (*)

Catatan Agus Purwanto, pakar fisika ITS Surabaya, penulis buku Ayat-Ayat Semesta, pendiri Trensains, dan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim.

2 KOMENTAR

  1. Bila penangglan islam ingin diakui dunia maka hrs ada kepastian jangka panjang yaitu hisab berdasarkan rukyat ( penggabungan Al Qu’an dan Al hadist)

  2. Kita mmg tinggal di bumi yg satu, matahari yg satu dan bulan yg satu..tp apakh sama posisi matahari dan bulan yg kita lihat di Indonesia dg yg di Turkey, pakistan, Arab saudi dll?? Apakh sama waktu solat di Indonesia dg di Negara2 tsb??bisa kah waktu sholat n waktu2 yg lain itu disamakan??perlu lbh bijak mensikapi ini..

Tinggalkan Balasan