Jadilah Manusia yang Bermanfaat, Jangan Kalah dengan Luwak?

Jadilah Manusia yang Bermanfaat, Jangan Kalah dengan Luwak?

569
0
BAGIKAN
Dr Busyro Muqoddas saat memberikan tausiyah di tabligh akbar Musycab PCM dan PCA Kota Gresik (Foto: Wahyi)
Dr Busyro Muqoddas saat memberikan tausiyah di tabligh akbar Musycab PCM dan PCA Kota Gresik (Foto: Wahyi)

PWMU.CO – Perhelatan Musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Gresik diisi dengan beragam agenda. Salah satunya adalah kegiatan tabligh akbar yang menghadirkan Ketua PP Muhammadiyah Dr M Busyro Muqoddas. Dalam tabligh akbar yang diselenggarakan di kompleks Perguruan Muhammadiyah Gresik Jalan KH Kholil No 90 Gresik, Sabtu (29/5) pagi, hadir sekitar 500 jamaah. Merak adalah warga dan simpatisan Muhammadiyah Gresik.

Dalam tausiyahnya, Busyro menyampaikan pentingnya dzikir, regenerasi kaderisasi, dan rasa syukur. Busyro menjelaskan perlunya melakukan banyak berdzikir. ”Karena mati itu bisa datang sewaktu-waktu dan tidak terduga,” kata mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

(Baca: Ber-Muhammadiyah Itu Menanam, Hasilnya untuk Generasi Masa Depan dan Semarak Pra-Musycab PCM GKB Gresik)

Lebih lanjut Busyro menekankan pentingnya regenerasi atau kaderisasi. Menurut Busyro, keberlanjutan masa depan bangsa, maupun Persyarikatan Muhammadiyah, tergantung pada proses kaderisasi itu sendiri. “Kaderisasi yang baik menghasilkan generasi yang baik pula,” ujarnya.

Busro juga mengingatkan perlunya memperbanyak rasa syukur. Hal itu penting dilakukan, agar tidak terjebak pada tindakan yang tidak jujur, agar bisa menghidarkan diri dari perbuatan korupsi.

Busyro mengingatkan kepada para jamaah agar menjadi manusia yang mampu memberikan manfaat kepada sesama manusia. ”Air liur walet saja bermanfaat. Hewan luwak juga memiliki manfaat menghasilkan kopi berkualitas tinggi,” kata Busro.

Menurut Busro, manusia yang diberi bentuk sempurna ini jangan sampai tidak bermanfaat dan kalah dengan hewan. “Apalagi sampai bertindak dan melakukan korupsi, serta tidak jujur. Jika iya, berarti kita lebih buruk dari air liur walet dan hewan luwak,” tegasnya. (wahyi/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR