Iradah yang Membuat Muhammadiyah Besar

Iradah yang Membuat Muhammadiyah Besar

333
0
BAGIKAN
Musycab Muhammadiyah Laren
Saad Ibrahim (kiri) melepas balon untuk melaunching Musycab PCM Laren (foto Malikan)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr M Saad Ibrahim secara resmi me-launching Musyawarah Cabang (Musycab) yang akan dilaksanakan secara bersama oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah Laren, pada tanggal 17-18 Juni 2016 mendatang. Launching itu ditandai dengan pelepasan balon oleh Saad dalam acara Pengajian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (28/5) sore tadi.

(Baca juga: Musycab Pertama yang Gunakan E-voting di Luar Surabaya)

Di hadapan 800 warga Muhammadiyah se-Cabang Laren, Saad menjelaskan keharusan warga Muhammadiyah untuk memiliki kekuatan iradah (cita-cita atau kehendak yang kokoh). “Dengan iradah itu kita akan maju, beramal, dan mengembangkan Persyarikatan Muhammadiyah ini,” katanya.

Saad mengatakan, bahwa landasan teologis iradah itu ada dalam Surat Maryam ayat ayat 16-25 dan Surat Yasin ayat 82. “Sedangkan dalam konteks sosiologis, wujud iradah bagi Muhammadiyah adalah membangun rumah sakit, sekolah/madrasah, panti asuhan, dan amal saleh lainnya.

“Kalau kita punya iradah atau kemauan kuat, pasti keinginan kita terkabul,” kata Saad sambil menceritakan pengalaman pribadinya. Menurut Saad, Muhammadiyah adalah organisasi Islam terkaya di dunia. Hal itu tak lepas dari kemauan keras dari pimpinan dan warganya dalam berdakwah dan beramal.

Saad juga memuji PCM Laren sebagai salah satu cabang terbaik di Jawa Timur, karena semangat yang besar dalam menyelenggarakan pengajian. “Bahkan PDM bisa dikalahkan oleh PCM Laren,” katanya.

(Baca juga: PWM Ajak Ngaji Online Jamaah Muhammadiyah Laren)

Ketua PCM Larena M As’ad mengatakan bahwa pengajian kali ini adalah putaran ke-40 atau terakhir pada masa periode kepemimpinannya tahun 2010- 2015. As’ad melaporkan bahwa setiap pengajian PCM menghabiskan biaya rata-rata Rp 30 juta. Menyinggung soal Musycab, As’ad mengatakan akan dilaksanakan sesuai jadwal dengan menggunakan sistem e-voting. “Hari ini kita launching agar warga Muhammadiyah Laren menyambutnya dengan gembira,” katanya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Ranting (PRM) Karangwungu Lor Mukadi menyampaikan bahwa dari lembaga pendidikan MIM 9 Karangwungu Lor telah lahir 3 doktor, yang ketiganya kini berkiprah PWM Jatim. Mereka adalah Dr Muhammad Sholihin,  Dr Isa Anshori, dan Dr Khozin. Sedangkan Kepala Desa Karangwungu Lor Rokim berharap agar warganya, Muhammadiyah dan NU, bisa mewujudkan Islam yang rahmatan lilalamin. “Muhammadiyah dan NU harus bersatu dalam berorganisasi⁠⁠,” katanya (Hariadi/Malikan/Falah)⁠⁠

TIDAK ADA KOMENTAR