Bagaimana agar Data-Data di Rumah Sakit Muhammadiyah Bisa ‘Berbicara’?

Bagaimana agar Data-Data di Rumah Sakit Muhammadiyah Bisa ‘Berbicara’?

279
0
BAGIKAN
Dr. Tjatur, dr. Zainul. Arifin, M. Kes, Dr. drg. Setya Haksama, M. Kes (Pemateri dri Tim Unair)
Dr. Tjatur, dr. Zainul. Arifin, M. Kes, Dr. drg. Setya Haksama, M. Kes (Pemateri dri Tim Unair)

PWMU.CO – Jumat 27 Mei 2016. Dinginnya kota Malang tidak menyurutkan semangat para peserta untuk segera bergegas menuju Hall Ahmad Dahlan Hotel UMM Inn Malang.  Mereka tak sabar untuk mengikuti “Pelatihan Metoda Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah” yang digagas Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinann Wilayah Muhamadiyah (PWM) Jawa Timur.

(Baca: Klinik Muhammadiyah dan Aisyiyah: Memadukan Support Bumi dan Intervensi Langit)

Dalam pelatihan yang berlangsung dua hari ini, akan diberikan beberapa materi menyangkut seluk-beluk penelitian. Kepada pwmu.co, Ketua Panitia dr Tjatur Prijambodo, Mkes, menyebutkan beberapa materi itu. Menurutnya, ada 6 materi yang akan didapatkan para peserta, yaitu: “Penggalian Ide dan Identifikasi Masalah”, “Desain Penelitian”, “Metoda Pengumpulan Data”, “Pengukuran Variabel dan Validitas Data”, “Analisis dan Interpretasi Data”, dan “Teknik Penulisan Proposal Penelitian”.

Dalam sambutannya, Tjatur mengatakan, segala keputusan atau kebijakan di rumah sakit, seharusnya berbasis data. “Jangan sampai data itu hanya sebatas deretan angka atau huruf,” katanya. Menurut Ketua Divisi Penelitian dan Kesehatan Masyarakat MPKU PWM Jatim ini, membuat data itu harus menjadi sebuah Informasi yang bisa ‘berbicara’.

(Baca juga: Di Bidang Kesehatan, Pemerintah Butuh Muhammadiyah)

Wakil Ketua MPKU PWM Jatim Dr Zainul Arifin, M Kes, menekankan pentingnya penerapan falsafah iqra. “Sesungguhnya, Iqra tidak hanya membaca secara tekstual, tapi juga mampu membaca lingkungan atau fenomena yang ada di rumah sakit. Data harus jadi pertimbangan untuk  menentukan langkah strategis,” kata Zainul. “Maka diperlukan penelitian di bidang perumah-sakitan sebagai penerapan nilai-nilai Islami di rumah sakit.”

Untuk melakukan penelitian yang baik, kata Zainal, diperlukan ilmu tentang metoda penelitian. “Maka MPKU menyelenggarakan pelatihan ini,” ujar Zainul yang berharap setelah pelatihan ini, rumah sakit segera melakukan langkah konkrit di unit masing-masing. “Semoga hal ini terus menggelinding menjadi bola salju di unit lain dan membesar di seluruh rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah,” katanya. (*)

TIDAK ADA KOMENTAR