Pertahankan Kampus Terunggul untuk Kali ke-9, UMM Fokus Hilirisasi Hasil Riset

Pertahankan Kampus Terunggul untuk Kali ke-9, UMM Fokus Hilirisasi Hasil Riset

605
0
BAGIKAN
Rektor UMM Fauzan menerima penghargaan
Rektor UMM Fauzan menerima penghargaan piala Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari koordinator Kopertis 7 Prof Suprapto (foto: Nasrullah)

PWMU.CO – Untuk kali kesembilan, UMM mempertahankan predikatnya sebagai kampus terunggul utama di Kopertis VII Jawa Timur. Rektor UMM, Fauzan, menerima piala Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari koordinator Kopertis VII, Prof Suprapto, di sela-sela acara Rakerpim Perguruan Tinggi di hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (26/5).

(Baca: 4 Unmuh Masuk 19 Kampus Unggul se-Jatim: UMM Juara Pertama sejak 9 Tahun Lalu)

UMM dinilai sebagai kampus kategori universitas yang berhasil mempertahankan keunggulan-keunggulan dalam empat bidang. Yakni, pendidikan dan kerjasama; pendidik dan tenaga kependidikan, penelitian dan pengabdian; serta pengajaran dan pembinaan kemahasiswaan.

Menurut Suprapto, UMM lebih unggul daripada Universitas Petra Surabaya dan Universitas Surabaya, yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga.

“Kampus lain skornya semakin membaik, semakin mengejar, pertanda persaingan sangat ketat. UMM harus lebih maju lagi,” katanya.

Tantangan ke depan, menurut Suprapto, kampus swasta harus mampu menunjukkan kualitasnya setelah meraih peringkat secara kuantitatif melebihi kampus negeri. “Saat ini sudah banyak kampus swasta yang lebih unggul dari kampus negeri, termasuk UMM ini,” tutur Soeprapto.

(Baca: Lima Cara Mendidik Anak dengan Bermain)

Rektor UMM mengaku pencapaian ini sebagai landasan untuk bekerja lebih keras. Pihaknya tak mau terjebak pada indikator administratif sehingga menurunkan produktivitas. “Tidak ada pilihan selain memacu kualitas dan luaran-luaran yang dapat dirasakan masyarakat luas. Intinya hilirisasi menjadi pilihan mutlak bagi kita saat ini,” tegas Fauzan.

Saat ini beberapa hasil riset UMM yang sudah dirasakan oleh masyarakat sudah cukup banyak. Seperti, riset energi alternatif, ketahanan pangan, dan sebagainya. Untuk itu pihaknya memacu agar terus menjadi inovator yang kemanfaatannya bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.

“Pengakuan AKU ini harus mengejewantah dalam bentuk keunggulan-keunggulan yang lebih nyata. Untuk itu saya mengajak seluruh komponen universitas untuk tidak jumawa, sebaliknya harus terus menjaga marwah prestasi ini dengan bekerja keras, cerdas dan ikhlas,” kata Rektor.

Anugerah Kampus Unggul (AKU) pertama kali dirilis tahun 2008 oleh Kopertis VII. Berarti kali ini UMM sudah memperoleh AKU sebanyak sembilan kali berturut-turut. Selain kategori universitas, penghargaan juga diberikan kepada institus dan akademisi, serta sekolah tinggi. (nas)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR