Jihad di Bidang Pendidikan adalah Salah Satu Fokus Muhammadiyah dalam Mengurus Umat

Jihad di Bidang Pendidikan adalah Salah Satu Fokus Muhammadiyah dalam Mengurus Umat

886
0
BAGIKAN

11ff2287-c60b-4102-88a9-ff50d116de1ePWMU.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr M Saad Ibrahim mengatakan, berjihad di jalan Allah SWT bisa dilakukan dengan bermacam cara. Salah satunya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Seperti yang dilakukan Persyarikatan Muhammadiyah melalui amal usaha di bidang pendidikan.

(Baca: Pujian Ketum PP untuk PCM Sepanjang dan Haedar Nashir Hadiri Tabligh Akbar Muhammadiyah Sepanjang)

”Jika dulu jihad dilakukan dengan fisik. Namun KH Ahmad Dahlan dengan teologi Almaun mengenalkan bahwa mencerdaskan umat melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, juga bisa dikatakan berjihad,” ujar Saad.

Menurut Saad semangat Almaun harus menjadi jiwa dan semangat warga Muhammadiyah, terutama bagi mereka yang berada di AUM. ”Mengembangkan AUM itu penting kita lakukan. Namun selanjutnya kita harus istiqamah berjihad melalui pendidikan,” papar Saad dalam tausiyah Pengajian Pra-Musyran PRM Ketegan, Sepanjang, Sidoarjo, Ahad malam (22/5).

(Baca juga: Musycab Sepanjang Seberangi Laut dan Funbike Sambut Musycab Sepanjang)

Dengan keseriusan Muhammadiyah dalam mengembangkan dan membesarkan AUM. Terutama di bidang pendidikan, kesehatan pelayanan sosial, dan ekonomi. Saad mengungkapkan sampai muncul opini bahwa warga Muhammadiyah kering sacara spiritualitas. Karena tidak menghidupkan adanya majelis-majelis tahlil, istighasah, dan juga majelis dzikir lainnya.

”Banyak media untuk mengingat Allah. Dan Muhammadiyah tidak berfokus pada majelis-majelis itu. Tetapi kita (Muhammadiyah) lebih fokus untuk mengurus masalah umat. Salah satunya melalui pendidikan,” ujarnya.

(Baca juga: Inilah SMK Muhammadiyah yang Siswanya Diburu Dunia Kerja Sebelum Lulus dan SMK Pelayaran Berbasis Pesantren Ini, Semua Lulusannya Diterima Dunia Kerja)

Dalam kesempatan itu, Saad juga mengingatkan agar momentum Musyran tidak menjadikan kontraproduktif bagi pengembangan dakwah Muhammadiyah. “Musyran ini hanya bagian kecil dari perjalanan perjuangan kita. Perlu diingat adalah apa yang telah kita perbuat untuk sekitar kita,” pesan Saad.

Ketua PRM Ketegan Irfansuyunus mengatakan pengajian ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pra-Musyran Ketegan. Sementara kegiatan lain yang juga diselenggarakan adalah pertandingan sepak bola, tenis meja, catur, baca puisi, dan jalan sehat. ”Tujuannya adalah untuk meningkatkan habluminallah dan habluminannas,” ujarnya. (wahyi/aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan