Muhammadiyah Menghadirkan Fajar Baru bagi Kemajuan Indonesia

Muhammadiyah Menghadirkan Fajar Baru bagi Kemajuan Indonesia

387
0
BAGIKAN
200ea51b-0f49-468b-a23f-ed42567cbc1e
Suasana pembukaan KNIB yang secara resmi dibuka oleh presiden RI

PWMU.CO – Peran dan kontribusi nyata Muhammadiyah kepada bangsa Indonesia tidak bisa dinafikkan lagi. Baik di masa perjuangan melawan penjajah maupun di masa kemerdekaan. Hingga saat reformasi 1998. Para tokoh Muhammadiyah selalu turut andil memberikan sumbangsihnya. Baik dari segi pemikiran maupun aksi nyata yang dilakukan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

(Baca: Pemakubumi Islam Berkemajuan di JemberDin Syamsuddin: Visi Kebangsaan Indonesia Berkemajuan)

Menurut Ketua Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir saat pembukaan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB), dedikasi Muhammadiyah kepada bangsa Indonesia ini sangat besar. Tidak hanya pada masa penjajahan dan kemerdekaan Indonesia saja. Tetapi kontribusi nyata ditunjukkan Muhammadiyah membangun bangsa. Melalui gerakan dakwah. Baik di bidang pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial, serta gerakan ekonomi.

”Maka di abad ke-2 ini, Muhammadiyah dengan semangat berkemajuan, akan selalui berfikir dan mendorong pemerintah untuk terus melalukan perbaikan menuju indonesia yang lebih baik dan berkemajuan,” kata Haedar di hadapan peserta yang hadir dihadapan peserta yang hadir di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hari ini (23/5).

(Baca: Penebar Visi Islam Berkemajuan di MaduraPresiden Bakal Bertemu PP Muhammadiyah, Bahas Indonesia Berkemajuan)

Menilik sejarah, lanjut Haedar Muhammadiyah pada saat kemerdekaan Indonesia, melalui tokoh-tokohnya banyak memberi andil dan sumbangsih nyata bagi kemerdekaan Indonesia. Baik gagasan-gagasannya maupun secara nyata berjuang mengusir penjajah. Tokoh Muhammadiyah tersebut di antaranya KH Ahmad Dahlan, KH Mas Mansyur, Jendral Sudirman, Ir Juanda, Dr Sutomo dan Kasman Singodimejo, serta banyak tokoh lain yang juga ikut berperan. Bahkan Presiden pertama RI, Ir Soekarno pernah menjadi pengurus Muhammadiyah.

Sementara saat Reformasi 1998,  Haedar menambahkan, peran dan andil Muhammadiyah juga tidak bisa dilepaskan. Karena tokoh-tokoh Muhammadiyah menjadi motor perubahan saat itu. Muhammadiyah, tegas Haedar selalu bisa menjadi fajar baru bagi kemajuan Indonesia. Karena peran Muhammadiyah bagi bangsa ini sangat jelas. (aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR