Beranda Headline Penjelasan Ketua Umum PP dalam Konsolidasi Nasional Muhammadiyah

Penjelasan Ketua Umum PP dalam Konsolidasi Nasional Muhammadiyah

0
BAGIKAN
Ketua Umum dan Sekretaris PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Agung Danarto dalam acara Konsolidasi Nasional Muhammadiyah di UMY (foto: hidayatulloh)
Ketua Umum dan Sekretaris PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Agung Danarto dalam acara Konsolidasi Nasional Muhammadiyah di UMY (foto: hidayatulloh)

PWMU.CO – Mengawali acara akbar Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB), Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Konsolidasi Nasional, (22/5). Bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah/Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah/Aisyiyah se-Indonesia, serta Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia.

Dalam acara konsolidasi itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, DR Haedar Nashir, mengapresiasi seluruh perwakilan PWM/A yang telah menjalankan organisasi secara tertib. Dalam “laporannya”, Haedar menyatakan bahwa sampai hari ini di seluruh Indonesia telah menyelesaikan Musywil (Musyawarah Wilayah) dan Musyda (Musyawarah Daerah). Bahkan beberapa daerah telah telah menyelesaikan Musycab (Musyawarah Cabang/biasanya tingkat kecamatan). “Ini menandakan bahwa Muhammadiyah sudah tersistem dengan rapi,” jelasnya.

(Baca: Cerita di Balik Siaran Langsung KNIB: Unmuh Bergotong-royong Sponsori Siaran Langsung di TV Nasional )

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat melaporkan kondisi aktual Muhammadiyah di hadapan peserta Konsolidasi Nasional Muhammadiyah (foto: hidayatulloh)
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat melaporkan kondisi aktual Muhammadiyah di hadapan peserta Konsolidasi Nasional Muhammadiyah (foto: hidayatulloh)

Selanjutnya, Haedar lebih banyak menjelaskan relasi antara acara konsolidasi nasional ini dengan KNIB, yang akan dimulai besuk. KNIB, kata Haedar, digelar karena kebutuhan Muhammadiyah dalam menyikapi berbagai isu-isu baru yang berkembang secara dinamis dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan. “Untuk itulah, kita perlu melakukan konsolidasi nasional untuk memastikan posisi dan peran Muhammadiyah dalam dinamika nasional.”

Muhammadiyah, tambah Haedar, ingin memastikan posisi dan perannya sebagai gerakan dakwah amar makmuf nahi munkar secara tepat dan benar.

(Baca: Ternyata, Gurulah yang Membuat Mantan Wapres Budiono Sangat Terkesan sebagai Alumni SD Muhammadiyah!)

“Konvensi ini ingin memberikan sumbangan besar untuk membangun Indonesia berkemajuan.” KNIB sendiri akan berlangsung selama dua hari, 23-24 Mei 2016 di UMY. Rencananya dihadiri oleh Presiden Jokowi dalam pembukaan, sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla kebagian dalam acara penutupan.

(Baca: Muhammadiyah Punya Semua Potensi sebagai Teladan Negara dan Ketika KH Ahmad Dahlan Jadi Tuan Rumah Kongres Boedi Oetomo)

Konsolidasi Nasional ini sendiri dibuka oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, DR Agung Danarto. Konsolidasi bertemakan “Mewujudkan Visi 2020 di Tengah Dinamika Nasional dan Global”, menyajikan berbagai isu-isu aktual yang perlu direspon oleh Muhammadiyah. Visi Muhammadiyah 2020 sendiri adalah menjadikan sistem jaringan dan organisasi Muhammadiyah yang dinamis, profesional, dan modern. Untuk mewujudkannya, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) harus menjadi kekuatan utama dan mandiri.  (hidayatullah/iqbal)

Tinggalkan Balasan