Empat Cara Membangun Ukhuwah Islamiyah Menurut Wakil Ketua Umum MUI

Empat Cara Membangun Ukhuwah Islamiyah Menurut Wakil Ketua Umum MUI

781
2
BAGIKAN
2595e056-30fe-4896-a427-451535679b64
Waketum MUI prof Yunahar Ilyas dalam pengajian ukhuwah Islamiyah di masjid Al Irsyad. (foto: musa)

PWMU.CO – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Yunahar Ilyas mengatakan pentingnya membangun dan menjaga ukhuwah islamiyah di kalangan umat. Karena tanpa adanya ukhuwah, maka umat Islam akan mudah terpecah belah, diadu domba, dan juga menjadikan umat Islam itu lemah.

(Baca: Inilah Empat Syarat Dakwah yang Ramah,Jangan Pertentangkan Islam Ramah dengan Islam Marah)

Untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah itu, kata Ketua PP Muhammadiyah ini, ada beberapa cara yang perlu dilakukan. Pertama dengan ta’aruf atau saling mengenal. Kedua, dengan tafahum atau saling memahami dan ketiga adalah ta’awun atau saling tolong menolong. Terakhir kata, Yunahar, takafful atau saling memberikan jaminan.

”Pentingnya membangun dan menjaga ukhuwah, baik dengan sesama muslim, suku, sesama ormas, maupun antarnegara,” kata Yunahar dalam pengajian bertema Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Irsyad, Surabaya, Jum’at (20/5) kemarin.

(Baca: Yunahar Ilyas : Memosisikan Budaya Dalam, AgamaKinerja Densus 88 Antiteror Perlu Dievaluasi)

Yunahar mengingatkan kepada para jamaah, dalam mewujudkan ukhuwah islamiyah dibutuhkan etika. yakni dengan merubah cara pandang yang salah dalam mewujudkan ukhuwah islamiyah. Kita, tegas Yunahar, tidak bisa menghapuskan golongan atau kelompok untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah.

”Jika kita tidak bisa menolong, janganlah kita menggangu. Dengan begitu kita bisa merealisasikan ukhuwah islamiyah ini. Mereka yang bisa begitu adalah mereka yang hatinya suci, atau yang biasa disebut dengan tazkiyah nufs (mensucikan hati),” tandasnya. (musa/aan)

BAGIKAN

2 KOMENTAR