Modul Penanggulangan Bencana MDMC Diterapkan di RS Pemerintah

Modul Penanggulangan Bencana MDMC Diterapkan di RS Pemerintah

252
0
BAGIKAN
DSC_0529
MDMC menerapkan modul pelatihan di RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi Kabupaten Blitar (foto: Arif)

PWMU.CO –  Setelah menyelesaikan revisi modul edisi 2016, tim fasilitator Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mulai menerapkannya untuk pelatihan di RS Umum Daerah (RSUD), kali ini di RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi Kabupaten Blitar.

Modul pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Rumah Sakit atau yang biasa disebut sebagai Hospital Disaster Plan ini merupakan salah satu output dari program Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED) yang merupakan kerjasama MDMC dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Australia selama tahun 2015.

Menurut dr Corona Rintawan dari Divisi Diklat MDMC, yang juga selaku direktur pelatihan, kegiatan ini diikuti oleh 50 orang yang terdiri dari jajaran direksi hingga jajaran manajer RS yang bertipe B ini. Pelatihan dilakukan selama 3 hari di ruang pertemuan RS (16 -18 Mei 2016). Dengan fasilitator dari RS Muhammadiyah Lamongan yang telah melalui pelatihan fasilitator oleh MDMC dalam program HPCRED juga.

”Pelatihan semacam ini dibutuhkan banyak RS, khusunya untuk memenuhi persyaratan akreditasi RS. RSUD Wlingi ini, juga membutuhkannya untuk menyusun dokumen RPBRS yang diperlukan untuk akreditasi,” terang dr Corona.

Lebih lanjut dr Corona menyampaikan bahwa pada kegiatan ini memang baru sebatas pelatihan. Namun pada prinsipnya kalau RS Wlingi membutuhkan pendampingan untuk penyusunan dokumen hingga mendampingi mereka melakukan simulasi, fasilitator MDMC siap mendampingi.

modul HPCRED
modul HPCRED

Sementara itu, saat ini MDMC sedang mengembangkan program HPCRED tahap kedua yang akan menyempurnakan dan memproduksi berbagai panduan lagi yang dibutuhkan untuk mendampingi RS dalam rangka mewujudkan RS Aman. Kali ini dengan referensi Hospital Safety Index 2015 yang dikeluarkan oleh World Health Organisation (WHO)  dengan disesuaikan dengan aturan dan keadaan RS di Indonesia. Dokumen WHO itu kali ini mengusung jargon “Comprehensive Safe Hospital”, sementara program HPCRED 2 mengambil lokasi pendampingan di RS Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya dan RS PKU Muhammadiyah Bima.

”MDMC siap memenuhi permintaan pendampingan pengembangan RS Aman Bencana baik bagi RS Muhammadiyah/ Aisyiyah, maupun RS lain baik swasta maupun negeri. Baru – baru ini MDMC  (juga) telah mendampingi RS Islam Klaten dan pengelola RS dari jaringan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia,” tandasnya. (Arif/aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR