Lantunan Doa dan Secangkir Teh Hangat Itu… Teduhkan Ujian Sekolahku

Lantunan Doa dan Secangkir Teh Hangat Itu… Teduhkan Ujian Sekolahku

645
5
BAGIKAN
ilustrasi. (tempo.co)
ilustrasi. (tempo.co)

PWMU.CO – Lorong masjid itu sudah terlihat ramai oleh aktivitas ibu IKWAM (Ikatan Wali Murid) SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo yang dengan tulus menyiapkan teh hangat dan snack untuk anak tercinta yang akan menghadapi Ujian Sekolah hari ke-2.

Sementara di dalam masjid, para siswa dengan khusuk menjalankan shalat dhuha. Setelah selesai shalat, dilanjutkan dengan berdoa yang dipimpin Ustadz Abdullah Makhrus, SPd, Wali Kelas VI.

Setelah itu, kader-kader Muhammadiyah ini menikmati mie dan teh hangat. Anak-anak tampak ceria bercengkerama dan berdiskusi dengan temannya tentang matematika yang menjadi mata ujian di hari kedua Ujian Sekolah. “Bu, bagaimana kalau nilai matematika ku jelek?” tanya salah satu siswa pada Bu Enik Khairu Umah, MSi, MPd, Plt Kepala Sekolah, yang segera dijawab: “Jelek menurut siapa? Ujian Sekolah merupakan bagian dari proses belajar yang harus kalian lewati, hasil yang dicapai sebagai cermin untuk menyempurnakan yang kurang.”

(Baca juga: Ujian Sekolah: Prestasi Penting, tapi Jujur Lebih Mulia)

Kemudian guru yang pernah ke Korea ini melanjutkan, “Kalian pemilik masa depan, kalian yang menawarkan pembaharuan dan yang akan membuat perubahan bagi kehidupan. Hasil ujian bukan segala-galanya, terus belajar dan memperbaiki diri tanpa kenal lelah. Itulah jiwa kesatria, itulah jiwa anak-anak MUHIDA.” Jawaban yang meneduhkan hati.

Enik Khairu Umah, MSi, MPd (foto istimewa)
Enik Khairu Umah, MSi, MPd (foto istimewa)

Tiga hari yang menegangkan, bagi kebanyakan siswa di luaran, tapi tidak bagi siswa SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida). Sekolah sudah melakukan banyak kegiatan untuk mencairkan ketegangan. “Untuk berlatih menghadapi ujian, kami melakukan try out beberapa kali yang di-setting mirip dengan Unas,” kata Syaifullah Rokhim, SPd, Waka Kurikulum. Selain itu, siswa juga senantiasa diberi motivasi. Bahkan dengan bantuan motivator dari luar, agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi ujian.

“Peningkatan ibadah kepada Allah, doa, tahajud dan ibadah tambahan lainnya serta meminta doa restu kepada orang tua, guru dan orang terdekat, juga kami laksanakan,” tambah bu Enik. Kepala sekolah juga memberikan arahan kepada pengawas agar menjadi pengawas yang teduh, dan bertanggung jawab.

Ya Rabb, mudahkankah anak-anak kami dalam menghadapi ujian. Keluarkanlah dari rasa kebingungan dan muliakanlah mereka dengan cahaya pemahaman. Kuatkanlah tubuhnya dari rasa sakit fisik dan hatinya. Jangan jadikan mereka anak yang penakut dan ragu, tapi jadikanlah mereka anak yang percaya diri. Ya Robb, tiada daya dan upaya kami selain meminta pertolongan-Mu. Aamiin (Tj/Ilmi)

BAGIKAN

5 KOMENTAR