Muhammadiyah Tak Punya Musuh, karena Selalu Bergembira Melayani Umat

Muhammadiyah Tak Punya Musuh, karena Selalu Bergembira Melayani Umat

566
0
BAGIKAN
Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari (Foto: ilmi)
Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari (Foto: ilmi)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hajrianto Y Thohari MA mengatakan, Muhammadiyah selalu bergembira dalam melayanai umat. Maka tidak heran jika Muhammadiyah tidak memiliki musuh.

Hal itu dikatakan Hajriyanto hari ini (15/5) dalam hajatan besar berupa pelantikan bersama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Organisasi Otonom (Ortom) yang meliputi Pimpinan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan tapak suci. Acara tersebut bertempat di pendopo Kabupaten Lumajang.

(Baca Juga: Ketika Pimpinan Muhammadiyah dan Ortom Satu Panggung)

“Kita selalu bergembira dalam ber-Muhammadiyah. Beramal Shaleh, menyantuni anak yatim, menyantuni jompo. Walhasil, Muhammadiyah tidak memiliki musuh. Karena apa yang dilakukan Muhammadiyah selalu bergembira dalam melayani umat.

Hajriyanto mengatakan, Muhammadiyah harus menyebarkan harapan, menyebarkan hal-hal positif. Menurutnya, berdakwah jangan selalu membebankan kesulitan umat. Karena umat sudah sulit dalam berbagai hal.

(Baca juga: Hajriyanto: Muhammadiyah Tak Perlu Banyak Produksi Kata-Kata)

“Maka dari itu, harus senantiasa bergembira dalam ber-Muhammadiyah. Nabi Muhammad SAW dan KH Ahmad Dahlan pun selalu bergembira dalam berdakwah,” terangnya.

Dia menambahkan, para kader Persyarikatan harus memiliki Kesadaran dalam ber-Muhammadiyah. Muhammadiyah harus maju dalam semangat, maju dalam pikiran, dan selalu berorientasi ke depan.

“Jangan berpikir sempit. Jangan berpikir jauh ke belakang. Walau Muhammadiyah memang minoritas, tapi harus berkualitas. Jumlah itu tidak menentukan. Sejarah mencatat bagaimana perjuangan nabi Muhammad SAW dalam Perang Uhud. Prajurit Islam hanya 300 dan prajurit kafir Quraisy 3000. Walaupun begitu, prajurit Islam berhasil menang karena unggul secara kualitas. Lihat juga bagaimana Belanda menjajah Indonesia selama 350 lebih. Padahal mereka hanya menempatkan 4000 pasukan di Negara yang berpenduduk ratusan juta ini,” kata Hajriyanto. (sohudi/ilmi)

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan