Tentara Ini Jadi Ketua Ranting Muhammadiyah dan Wakafkan Rumah-Tanahnya untuk Dakwah

Tentara Ini Jadi Ketua Ranting Muhammadiyah dan Wakafkan Rumah-Tanahnya untuk Dakwah

7973
18
BAGIKAN
Jumajak saat menegok sawahnya (foto dok pribadi)
Jumajak saat menengok sawahnya (foto dok pribadi)

PWMU.CO – Ada yang istimewa dari Musyawarah Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (12/5) lalu.

Seorang TNI aktif terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PRM Sambangrejo. Dialah Jumajak. Suami Endah Ismiati ini dengan ikhlas menghibahkan dirinya untuk terjun di dunia dakwah melalui Persyarikatan Muhammadiyah.

(Baca: Menjaga Warisan Luhur KH Ahmad Dahlan dan Keberlangsungan Dakwah Muhammadiyah, Ditentukan Generasi Hari Ini)

Tidak hanya itu. Ayah dari Pramatika Bida Perawati, Atmakhati Sujuting Dayanti, dan Tahta Abdi Janna ini juga secara bulat mewakafkan rumah dan tanahnya untuk Muhammadiyah. Di atas tanah wakaf berukuran 25×50 meter itu, rencananya akan dibangun masjid sebagai pusat dakwah Muhammadiyah Ranting Sambangrejo.

Rmah dan tanah Jumajak yang diwakafkan untuk Muhammadiyah Ranting Sambangrejo (foto dok pribadi)
Rumah dan tanah Jumajak yang diwakafkan untuk Muhammadiyah Ranting Sambangrejo (foto dok pribadi)

Ikrar wakaf dilakukan pada tanggal 5 Januari 2016, jauh sebelum dia terpilih jadi Ketua PRM Sambangrejo. Ikrar dilakukan di hadapan PCM Modo, KUA Kecamatan Modo, dan Kepala Desa Sambangrejo dengan disaksikan warga Muhammadiyah setempat.

(Baca: Kisah Mbah Saturi, ‘Wonder Women’ Sepuh dari Gondanglegi)

“Di sini membutuhkan contoh kongkrit, tidak sekedar kata-kata,” kata Jumajak bersemangat. Dia mengatakan, dalam dakwah tidak boleh setengah-setengah. “Kita malu dengan perjuangan Rasulullah dan Sahabat. Juga keteguhan KH Ahmad Dahlan dalam mendermakan semua harta dan jiwanya,” tuturnya.

Saat ditanya pwmu.co, di mana dia dan keluarga akan tinggal, pria yang juga punya peternakan ayam dan sawah ini memberikan jawaban yang membuat terharu, “Hidup hanya sebentar, kalau diijinkan saya akan numpang sementara di masjid, yang akan dibangun itu.” Subhanallah. Benar-benar berjiwa patriot.

Sementara itu, PRM Sambangrejo yang memiliki anggota 30 lelaki dan 20 perempuan ini memang baru diresmikan saat dilaksanakan Musyran ke-1 tersebut. PRM yang merupakan Ranting ke-23 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Modo ini sebenarnya sudah dua tahun mengajukan pendirian. Tapi karena menunggu kesiapan, baru kali ini bisa diresmikan. Selamat! (M Suud)

18 KOMENTAR

  1. Pejuang2 Agama Allah akan hadir sebagai pendorong dakwah untuk mensejahterakan ummat Islam di Indonesia dan Dunia. Pendidikan Moral dan patriotisme bangsa mulai mengalami denominasi ditengah masyarakat saat ini krn invasi budaya2 pop yg bersandar kpd kalangan Islam Phobia…semoga teladan ini dapat menginspirasi semua lapisan masyarakat..salam

    Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Jabodetabeka Banten..
    Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi

  2. Syukur patriot sejati tanpa pamrih, mewujudkan perjuangan bangsa tidak harus berkiprah phisik, kemampuan membina masarakat justru diharapkan menuju kebangkitan agama, bangsa n negaranya.
    Bravo Zulu patriot sejati… …