Mitos Mandi Malam Upaya Menjauhkan Muslim dari Tahajud

Mitos Mandi Malam Upaya Menjauhkan Muslim dari Tahajud

2839
0
BAGIKAN
1911d651-adb6-419e-9289-7958a38fa296
Suasana pengajian Ahad pagi di Perguruan Muhammadiyah Wringinanom Gresik

PWMU.CO – Semilir angin pagi yang ditimpali gemericik air kali, mengiringi langkah para jamaah menuju Pengajian Ahad Pagi di Perguruan Muhammadiyah Wringinanom Gresik, kemarin (8/5). Dalam pengajian itu, dr Tjatur Prijambodo MKes menyampaikan materi tentang Dahsyatnya Shalat Tahajud.

Dokter yang juga pecinta alam ini menerangkan shalat tahajud sebagai satu-satunya shalat sunah yang secara eksplisit disebut dalam Alquran. Tentu, urai Tajtur, shalat sunah ini mempunyai berbagai kehebatan. Terutama dari sisi kesehatan. Tjatur menyampaikan surat Al-Isra (79) yang artinya: “Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”.

Ada hal menarik saat Tjatur menyinggung mitos yang melarang mandi di 1/3 malam, karena dimitoskan dapat menyebabkan penyalit rheumatik. Namun hal itu tegas dibantah oleh Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat MPKU PWM Jawa Timur ini. Bahkan, Tjatur menduga ada upaya terstruktur dan sistematis untuk menjauhkan Muslim dari tahajud dan shalat subuh berjamaah. Umat Islam, kata Tjatur menjadi takut terkena air. Sehingga saat bangun malam, lebih memilih untuk tidur lagi dari pada menjalankan tahajud.

(Baca juga: dr Tjatur: Banyak Mitos di Seputar Menstruasi)

“Rhematik adalah peradangan sendi kronis yang disebabkan proses autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem pertahanan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri,” kata Tjatur.

Rasulullah pernah mengatakan bahwa siapapun yang melaksanakan shalat tahajud, maka jaminan surga baginya. Hal ini sempat pula diriwayatkan dalam salah satu hadits. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, salat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat”. (HR Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).

(Baca: Benarkah dengan Shalat Cita-Cita Bisa Tercapai?)

Lebih lanjut ayah dari 4 anak ini menjelaskan bahwa tahajud dapat mengusir berbagai penyakit. Di saat yang sama mampu meningkatkan kekebalan tubuh. ”Sedikit yang menyadari bahwa kepatuhan kita mengerjakan ritual keagamaan, seperti shalat tahajud akan memberikan pengaruh pada meningkatnya sistem kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Hal ini, terang Tjatur, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prof Dr Mohammad Shaleh. Lebih lanjut beliau mengatakan, di saat yang sama ketika kekebalan tubuh sudah meningkat, otomatis segala penyakit yang menyerah akan musnah dengan sendirinya.

“Kajian seperti ini, membuka mata kami akan kebenaran Alquran dan hadits shahih tentang tahajud. Terkait sangat erat dengan kesehatan,” kata Rahmat Syayid Syuhur MPdI, Kepala SD Muhammadiyah Wringinanom. Rahmat berharap kajian seperti ini bisa rutin dilaksanakan, karena bisa dipraktikkan dan manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.

Sementara jamaah lain menanyakan tentang posisi tidur Rasul yang miring ke kanan. Apakah itu juga bermanfaat secara medis? ”Salah satu perilaku sehat Rasul yang menyebabkan Beliau hanya pernah sakit 3 kali seumur hidup adalah Tidur miring ke kanan,” urai Tjatur, sembari menjelaskan posisi jantung, jalan nafas, paru-paru, dan lambung saat tidur miring ke kanan menempati posisi yang sempurna. (aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan