Beranda Persyarikatan Benarkah dengan Shalat Cita-Cita Bisa Tercapai?

Benarkah dengan Shalat Cita-Cita Bisa Tercapai?

0
BAGIKAN
dr Tjatur menyampaikan materi tentang peristiwa Isro' Mi'roj
dr. Tjatur Prijambodo, M. Kes menyampaikan materi tentang peristiwa Isro’ Mi’roj di SD Muhammadiyah 2 Peneleh

PWMU.CO – Menjelang dzuhur, siswa SD Muhammadiyah 2 Peneleh, Surabaya antri untuk bersuci. Mengambil  wudlu sebagai syarat sah-nya shalat. Kemudian siswa Muhammadiyah ini, beranjak naik ke aula sekolah lantai 2. Untuk Shalat dzuhur berjamaah.

Selepas sholat, puluhan siswa Muhammadiyah yang penuh canda tawa dan kegembiraan berjajar rapi. Bersiap menerima materi tentang “Kehebatan Peristiwa Isra’ Mi’raj”. Materi itu disampaikan dr. Tjatur Prijambodo, M. Kes, ketua Divisi Penelitian dan Kesehatan Masyarakat (MPKU) PWM Jatim, kemarin (4/5). Tjatur memulai materi dengan ucapan salam. Dan serentak dijawab dengan wa’alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh oleh peserta.

(Baca juga: dr Tjatur: Banyak Mitos di Seputar Menstruasi)

Dokter yang pecinta alam ini, memaparkan peristiwa besar Isra’ Mi’raj dengan animasi yang bagus, sehingga dengan mudah anak usia SD bisa menerima materi yang disampaikan. Kemudian secara rinci, Tjatur menjelaskan hasil peristiwa menakjubkan itu, yakni shalat. ”Kalau shalat kita benar, sesuai tuntunan Rasul, maka insyaallah apa yang dicita-citakan adik-adik semua, akan tercapai,” kata Tjatur yang diamini seluruh peserta.

“Bagaimana mungkin orang yang rajin sholat, masih saja korupsi dan melakukan kemaksiatan lainnya?” tanya Nurul Huda MPdI guru Ismuba kepada Tjatur. Dengan tegas Tjatur menjawab pasti shalatnya tidak benar. ”Kalau shalat kita benar, maka seluruh aspek kehidupan seseorang akan benar pula,” tandas Tjatur.

(Baca juga: Mitos Seputar Penyakit Mioma)

Ditambahkan Tjatur dengan shalat, kesehatan seseorang juga akan menjadi teroptimalkan. Tjatur menjabarkan manfaat medis gerakangerakan shalat. Dokter yang pemain band ini memaparkan 3 posisi penting saat sholat. Saat takbiratul ikhrom dan iktidal, posisi otak lebih tinggi dari jantung yang memompa darah. Posisi otak akan sejajar dengan jantung saat rukuk. Dan posisi yang teramat penting, sujud, dimana aliran darah dari jantung akan mengalir dengan sangat baik ke otak. Karena posisi otak yang lebih rendah.

”Banyak penelitian, salah satunya dilakukan di California University, yang menyatakan bahwa saat bersujud. Ada bagian dari otak yang selama ini tidak mendapatkan aliran darah, akan teraliri darah dengan sempurna. Maka, sesungguhnya seorang Muslim yang sholat dengan baik. Punya modal yang lebih besar untuk menjadi pintar. Dibandingkan dengan mereka yang non-muslim dan mereka yang tidak sholat,” paparnya.

Selain ceramah, juga dipraktekkan cara shalat. Dengan dibantu Raffi, salah satu murid SDM 2 Peneleh, Tjatur memperagakan gerakan sholat sesuai sunah Rosul. Kemudian Tjatur memperlihatkan dengan video lucu posisi-posisi sholat yang salah. Ada video sholat super cepat saat tarawih, 23 rokaat hanya 7 menit. Video yang lain menceritkan sholat yang gerakannya tidak beraturan. Video terakhir yang ditampilkan, menceritakan perjalanan terberat bagi seorang muslim, yaitu berangkat sholat berjamaah ke masjid.

”Kajian dengan penyampaian yang having fun seperti ini, sangat menarik bagi anak2 dan yang lebih  penting lagi mampu memberi motivasi dan  semangat sholat berjamaah,” kata Thou’an Mubarok, S.Pd.i, kepala sekolah SDM 2 Peneleh.

Di akhir sesi, Tjatur juga mengajak seluruh peserta untuk selalu melaksanakan sholat dengan Tuma’ninah dan Istiqomah. (aan)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan