Ketika Orang Lamongan “Kuasai” Muhammadiyah Cabang Istimewa Malaysia

Ketika Orang Lamongan “Kuasai” Muhammadiyah Cabang Istimewa Malaysia

1041
4
BAGIKAN
Dari kiri: M Hazim (Ketua PRIM Kampung Baru), H Fadeli, Saad Ibrahim, Khusnul Aqib, dan Nur Kholik
Dari kiri: salah satu Ketua PRIM, H Fadeli, Saad Ibrahim, Khusnul Aqib, dan Nur Kholik

PWMU.CO – Sebanyak 500 warga Muhammadiyah (asal) Lamongan memeriahkan acara Tabligh Akbar yang diadakan di Hotel City Villa, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (1/5).

Acara yang diselenggarakan oleh tiga Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM), yaitu Kampung Baru, Kelang Lama, dan Subway ini dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Dr Saad Ibrahim. Ada 9 orang yang ikut rombongan mendampingi Saad, di antaranya Bupati Lamongann H Fadeli, anggota DPRD Jatim dari Fraksi PAN, Khusnul Aqib, anggota DPRD Lamongan Nur Kholik,  Ketua PRM Godog Nasikin, dan beberapa aktivis Muhamadiyah asal Lamongan.

Malaysia 3
Tampak anak-anak dan perempuan warga PCIM Malaysia (foto Malikan)

Bupati Lamongan H Fadeli, ketika memberi sambutan, mengaku seperti berbicara di hadapan warganya di negeri sendiri Lamongan, Indonesia. “Nuansa dan suasana persaudaraan di sini seperti di Payaman dan Solokuro saja,” ungkapnya. Payaman dan Solokuro adalah dua desa di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, yang warganya banyak bekerja di Malaysia. Selain itu beberapa daerah di Pantura Lamongan, juga banyak yang merantau di negeri jiran ini, termasuk desa-desa dari Kecamatan Laren seperti Godog, Brangsi, Bulubrangsi, dan lainnya.

Orang Lamongan memang dikenal sebagai perantau. Termasuk orang Muhammadiyah Lamongan. Karena itu jangan heran jika orang Muhammadiyah Lamongan banyak yang aktif, bukan saja PCIM Malaysia, tetapi juga daerah-daerah lainnya di Tanah Air. Bukan hanya di Jawa, tapi juga di luar pulau, termasuk di Timika. Ketua PDM Timika, Juma’, berasal dari Lamongan.

(Baca juga: Orang “Lamongan” Ketuai Enam PDM Jatim)

Dalam sambutannya, Saad mengajak warga Muhammadiyah “Malaysia” ini untuk menjadi insan berkemajuan. Kunci kemajuan itu, menurut Saad, adalah ketika suatu bangsa berada di titik terdepan pada bidang keilmuan. “Bekerja keras juga merupakan bagian dari penopang masarakat yang berkemajuan,” kata Saad, membesarkan hati warganya yang banyak menjadi TKI di Malaysia.

Tampak bapak-bapak warga PCIM Malaysia (foto Malikan)
Tampak bapak-bapak warga PCIM Malaysia (foto Malikan)

Sementara itu Ketua PCIM  Malaysia Dr Sony Zulhuda, menekankan pentingnya silaturrahmi sesama warga Indonesia di Malaysia. Sony juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan, terutama bagi anak-anak generasi masa depan. Karena itu PCIM Malaysia sudah memiliki  PAUD dan TPA.

Pria asal Pelambeng ini juga berhasil memimpin gebrakan barunya yaitu gerakan “Jangan suka meminta. Tapi suka memberi”.  Buah gerakan ini, PCIM Malaysia berhasil membangun Kantor PCIM Malaysia di Gombak 92, Kuala Lumpur. “Insyaallah akhir bulan Mei ini, kita akan diresmikan,” kata Sony. (Laporan Malikan, Choliq, dan Faris dari Kuala Lumpur, Malaysia)

 

4 KOMENTAR

  1. Kami sebagai warga Lamongan salut sekali dan terharu atas semangat kawan2 warga Lamongan di Malaysia yang memperkenalkan dan memajukan Muhammadiyah di LN khususnya Malaysia…Bravo tuk warga Muhammadiyah Lamongan..mari terus kita gelorakan semangat…salam tuk Dr.Saad Ibrahim dosenku UIN Malang,bpk Fadeli Bupatiku dan mas Khusnul Aqib kawan seperjuangan..
    Sukses tuk semuanya. Trim.(Muhammad Roni Firdaus,M.Pd.I Ketua PRM Kesambi Pucuk Lamongan Jatim)