Tantangan Pendidikan Kini: Minimnya Keteladanan

Tantangan Pendidikan Kini: Minimnya Keteladanan

310
0
BAGIKAN
Rektor UMM Fauzan bertindak sebagai inspektur upacara (foto: Nasrullah)
Rektor UMM Fauzan bertindak selaku inspektur upacara hari Pendidikan Nasional (foto: Nasrullah)

PWMU.CO – Pendidikan harus dimaknai sebagai komunikasi vertikal dan horizontal. Pendidikan harus mampu mendekatkan manusia kepada Tuhannya. Sekaligus sebagai sarana membangun silaturahim dengan sesama manusia. Itulah petikan amanah Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan helipad UMM, hari ini (2/5).

Fauzan yang bertindak selaku inspektur upacara mengatakan, saat ini dunia pendidikan menghadapi tantangan sangat berat. Minimnya keteladanan. Untuk itu Fauzan mendorong agar civitas akademika menjadi pelopor keteladanan. Tidak hanya bagi anak didik, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Dosen, karyawan, dan aktivis mahasiswa harus menjadi contoh untuk lingkungan sekitarnya. Terutama dalam jati diri dan akhlak yang baik,” ujar dia dihadapan 900 civitas akademika UMM yang mengikuti upacara.

Pendidikan, lanjut Fauzan, harus juga dimaknai sebagai komunikasi vertikal dan horizontal yang mampu mendekatkan  manusia kepada Tuhannya. Sekaligus sebagai sarana membangun silaturahmi dengan sesama manusia.“Makna vertikal dan horizontal ini mirip dengan hikmah Isra Miraj yang sebentar lagi akan kita peringati,” tambahnya.

Dengan pendekatan kepada Sang Khalik, kata Fauzan, akan menjadikan manusia dapat melakukan self control sekaligus men-drive diri pada etika dan etos kerja yang optimal. Sedangkan dengan hubungan baik dengan sesama, maka interaksi sesama manusia akan lebih produktif. (nasrullah/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR