Ini Dia Dua Hafidz Bersanad, Santri Muhammadiyah Madura

Ini Dia Dua Hafidz Bersanad, Santri Muhammadiyah Madura

1709
1
BAGIKAN
Dua Hafidz
Taqiyuddin Ibnu Syafii (kiri) dan Mahrus Amin. Dua hafid bersanad (foto dok pesantren)

PWMU.CO – Dua santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami, Camplong, Sampang, Madura, berhasil menghafalkan Alquran 30 Juz dengan sanad hafalan yang bersambung sampai Rasulullah saw. Kedua santri itu adalah Taqiyuddin Ibnu Syafii dan Mahrus Amin.

Ustad Imam Hasanuddin, pembina hafidz Mahad Al-Ittihad Al-Islami, mengatakan, dua anak tersebut memang memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dalam menghafal Al-Quran. Dalam waktu tiga tahun, kedua siswa Kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Ittihad Al-Islami itu berhasil menuntaskah hafalan 30 juz.

Tidak hanya dalam menghafal saja, dua santri ini juga menonjol di bidang lain, termasuk matematika. “Dari 150 santri putra, dua anak ini memang menonjol. Apalagi, ditambah semangat mereka dalam menghafal. Jadinya, mereka cukup cepat dalam menghafal 30 juz itu. Mereka semakin semangat ketika saya beri tahu ada beasiswa untuk para hafid Alquran,” kata Imam, saat diwawancarai pwmu.co, (29/4).

(Baca juga: Gerakan Muhammadiyah Menghafal Al-Qur’an dan Nur Cholis Apresiasi Siswa Hafal Juz 30)

Menurut Imam, tidak ada metode khusus yang dia berikan kepada para santrinya dalam menghafal Alquran. Dia juga tidak pernah memberikan target waktu menghafal. Sehingga, tidak ada tekanan dalam menghafal Alquran.

“Tidak ada target waktu. Kami tidak menentukan dalam waktu sekian harus hafal sekian. Kami berikan kesempatan kepada santri untuk menghafal sesuai dengan kemampuannya. Untuk Taqiyuddin dan Mahruz, mereka biasanya dalam satu minggu bisa hafal setengah juz. Dalam satu pertemuan, bisa lima lembar,” tuturnya.

Duduk dari kiri, Syamsul Hadi (penerjemah, Ciamis), Abdullah (Turki), Mughni Musa. Berdiri, dari kiri Mahrus Amin dan Taqiyuddin Ibnu Syafii
Duduk dari kiri, Syamsul Hadi (penerjemah, Ciamis), Abdullah (Turki), Mughni Musa. Berdiri, dari kiri Mahrus Amin dan Taqiyuddin Ibnu Syafii (foto dok pesantren)

Imam mengaku bangga dengan pencapaian Taqiyuddin dan Mahrus. Meskipun keduanya berasal dari keluarga yang sederhana, tapi semangatnya dalam belajar sangat luar biasa. Dia berharap keduanya dapat konsisten menjaga hafalannya dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Semoga dapat meraih beasiswa hafidz Alquran. Sehingga mereka bisa terus melanjutkan studinya,” harapnya.

Taqiyuddin dan Mahrus, rencananya bersama santri seangkatan akan diwisuda pada acara Haflah Akhirussanah pada tanggal 1 Mei 2016. Sebelumnya pada Rabu (27/4), mereka dapat kunjungan tamu dari Ma’had Tahfid Sulaimaniyah Turki. Baca sambungan hal 2 …. 36 Sanad

1
2
BAGIKAN

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan