Ini Pesan Pak AR: Cara Menasehati Istri dan Anak

Ini Pesan Pak AR: Cara Menasehati Istri dan Anak

2023
0
BAGIKAN
AR Fakhruddin
Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah1968-1990, KH AR Fahkruddin (foto: suaramuhammadiyah.com)

PWMU.CO – Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1968-1990, KH Abdur Rozak Fakhrudin, yang lebih dikenal dengan Pak AR, merupakan sosok teduh dan meneduhkan, sejuk dan menyejukkan, dan ramah kepada siapa saja. Selain dikenal sebagai muballigh , dia juga dikenal sebagai penulis produktif yang beberapa diantaranya dijadikan pedoman bagi warga Muhammadiyah. Berikut ini pwmu.co menurunkan tulisan Pak AR terkait dengan pedoman menasehati istri dan anak. Selamat membaca!

***

Banyak anak dan istri anggota Muhammadiyah yang sudah kurang tampak kemuhammadiyahannya. Banyak pula seorang wanita yang aktif dalam Muhammadiyah/Aisyiyah, tetapi suaminya kurang acuh tak acuh dengan Muhammadiyah. Adapula yang ayah dan ibunya aktif dalam Muhammadiyah, tetapi anak-anaknya tidak tahu menahu, acuh tak acuh terhadap Muhammadiyah.

Anggota Muhammadiyah hendaklah memperhatikan istri dan anak-anaknya atau sebaliknya memperhatikan suami dan anak-anaknya.

Siapa sebagai kepala rumah tangga, hendaklah bertaqwa kepada Allah.

Berniatlah dan mohonlah kepada Allah semoga rumah tangganya diberkati oleh Allah.

Biasakanlah kepala rumah tangga (dalam hal ini seorang ayah) membimbing kepada anak-anak dan istrinya.

(Baca: 5 Pesan Pak AR untuk Suami-Istri agar Rumah Tangga Bahagia dan 4 Pesan Pak AR untuk Calon Pengantin)

Sekurang-kurangnya sehari sekali ingatkanlah anak-anak dan istri itu dengan peringatan-peringatan keagamaan. Memperingatkan shalat, memperingatkan makan minum dengan tangan kanan, memperingatkan mau tidur supaya berdoa, dan lain-lain peringatan yang sifatnya amaliah harian.

Jangan memperingatkan sambil marah atau di waktu marah.

Jangan terlalu sering. Jangan sampai bawel, ngerenyeh, terlalu banyak menegur anak dan istri akan terlalu biasa, akhirnya teguran itu tawar/dingin, tak berharga, tak berpengaruh.

Jangan pula takut, tak pernah menegur. Takut kalau anak-anak dan istri akan merajuk, marah dan menjauhkan diri dari ayah. Akhirnya anak-anak dan istri tak pernah ditegur lama-lama menjadi manja. Karena manjanya, sang ayahpun tak mempunyai kewibawaan sama sekali, bahkan ayahpun diatur oleh anak-anak dan istri.

Sehari semalam sekali umpamanya pada waktu makan bersama….. halaman 02…

1
2
BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan