Beranda Persyarikatan Begini Cara Unik Lazismu Ramaikan Pengajian

Begini Cara Unik Lazismu Ramaikan Pengajian

1
BAGIKAN
Lazismu Nganjuk membagikan bibit pohon saat bakti sosial. (Foto: Rois)
Lazismu Nganjuk membagikan bibit pohon saat bakti sosial. (Foto: Rois)

PWMU.CO – Pengajian biasanya identik dengan ceramah berjam-jam dari narasumber. Acara pengajian demikian itu terkesan monoton. Jadi, tidak heran jika jamaah di tiap pengajian jumlahnya semakin lama semakin menurun. Melihat realita tersebut, maka Lembaga Amal Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Nganjuk membuat cara unik menarik minat para jamaah agar bersedia mengikuti pengajian dengan senang hati. Terutama pada kalangan anak muda.

Kegiatan pengajian yang berlangsung pada Ahad (24/4) pagi, di Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk itu merupakan kerja sama antara Lazismu, Dinas Kehutanan Kabupaten Nganjuk, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Untuk menarik minat jama’ah, pengajian tersebut diselingi dengan bakti sosial dan pembagian bibit pohon.

(Baca juga: Lazismu Jatim Salurkan Bantuan 39 Domba untuk Mahasiswa)

“Selain membagikan paket sembako untuk dhuafa, kami juga membagikan bibit pohon untuk kelestarian lingkungan. Untuk kegiatan kelestarian lingkungan ini, kami menggandeng dinas kehutanan,” kata Ketua Lazismu Nganjuk Juari.

Camat Nganjuk, Triwahju Kuntjoro, yang turut hadir dalam acara itu menyampaikan bahwa kehadiran Lazismu sangat bermanfaat untuk masyarakat. Dia berterima kasih kepada Lazismu yang memberikan banyak bantuan kepada warga. Dia berharap, kerja sama dengan  Lazismu terus berlanjut. “Terima kasih banyak kepada Lazismu. Semoga kita bisa terus bekerja sama untuk masyarakat yg lebih luas lagi,” ujarnya. (ilmi)

 

1 KOMENTAR

  1. Pengajian biasanya identik dengan ceramah berjam-jam dari narasumber. Acara pengajian demikian itu terkesan monoton. Jadi, tidak heran jika jamaah di tiap pengajian jumlahnya semakin lama semakin menurun.

    Mencermati kalimat ini terus terang kami tidak sependapat, kecuali memang berdasarkan sebuah penelian. Pertanyaan kami adalah “pengajian siapa yang terkesan monoton dan berakibat turunnya jumlah jama’ah?” Permasalahan seperti ini harus dikaji secara mendalam, baru bisa dijadikan kesimpulan.

Tinggalkan Balasan