Muhammadiyah Peduli Arema

Muhammadiyah Peduli Arema

1399
0
BAGIKAN
Rektor UMM menerima jersey Arema berlogo UMM
Rektor UMM, Fauzan (kiri) menerima jersey Arema dengan nomer punggung 1, berlogo UMM dari Media Officer Arema, Sudarmadji, didampingi Pemimpin Redaksi Radar Malang Kurniawan Muhammad (tengah, kaca mata) (foto Nasrul)

PWMU.CO – Makin moncernya Klub Arema Malang tidak pernah terlepas juga dari peran Muhammadiyah, melalui Universitas Muhammadiyah Malang yang ikut terlibat di dalamnya, saat klub kebanggaan warga Malang ini mengalami krisis finansial.
“Antara UMM dengan Arema memiliki hubungan yang sangat kuat. Bukan hanya persoalan sama-sama berada di Malang, tapi juga kontribusi UMM terhadap Arema sangat riil,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Fauzan.

Fauzan mengungkapkan ini saat diskusi dengan bingkai Cangkuru’an Ilmiah bertajuk “Arema; Antara Identitas Kultural, Bisnis dan Ideologi”, yang diadakan di Gazebo, Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (22/4).

Menurut Fauzan, pada satu kasus di mana Arema mengalami kesulitan finansial maka UMM hadir dengan menjadi sponsor utama bagi Arema. “Tahunnya kapan sudah lama. Tapi pada saat itu, Arema lagi kesulitan mencari dana untuk ikut tanding di laga delapan besar sebuah laga di Jakarta,” katanya.

Jadi, lanjut Fauzan, akhirnya UMM menjadi sponsor, atau lebih tepatnya sebagai bentuk kerjasama. Jadi, UMM sempat menempel namanya di punggung kaos para pemain Arema.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Fauzan mengatakan, acara-acara dengan gaya cangkru’an ilmiah seperti ini akan menjadi semangat baru bagi UMM.

“Forum yang seperti ini tidak hanya akan menjadi panggung bagi dosen atau stakeholder dari luar kampus, melainkan juga temen-temen mahasiswa boleh mengisinya. Karena Gazebo ini dibuat untuk semangat itu,” katanya.

Acara yang dihadiri juga mahasiswa dan supporter Arema ini juga menghadirkan dedengkot Arema Malang yang juga Media Officer Arema Sudarmadji dan Pemimpin Redaksi Radar Malang Kurniawan Muhammad.

Menurut Kurniawan Muhamamd, Arema itu sudah menjadi “isme” atau ideologi bagi anak-anak muda di Malang. Hal tersebut bisa diamati dari sisi fanatisme dan mobilisasi massa yang sangat besar pada setiap Arema bertanding.

Bagi Radar Malang, lanjut Kurniawan, Arema itu tidak pernah kalah, karena meski kalah supporternya tetap riang. Begitupun dengan UMM, kampus ini memiliki keunggulan yang sudah tidak diragukan. Eksistensinya di tengah-tengah warga Malang berkontribusi besar bagi kemajuan daerah. (Nafi)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan