Ketika Nasi Bungkus Itu Sangat Berarti bagi Tukang Becak Ini: Ya Allah Pas Lapar dan Belum Makan

0
289
Pilgub Jawa Timur
Wajah Pak Rudi berbinar saat mendapatkan jatah nasi bungkus dari relawan IPM dan Lazismu. (Dewi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sebungkus nasi ternyata begitu sangat berarti. Seperti yang dirasakan salah seorang tukang becak yang mangkal di Jalan Kholil Gresik.

Rekaman percakapan ini mengambarkan betapa nasi bungkus sangat bernilai bagi orang-orang kecil.

“Ini, dari mana?” tanya Rudi, sang tukang becak itu.

“Dari SMA Muhammadiyah 1 Gresik Pak,” jawab Ahmad Habibi.

“Ya Allah. Pas lapar dan belum makan. Semoga SMA-nya selalu punya rejeki banyak, muridnya baik-baik dan barakah. Matur nuwun,” tuturnya sambil berdoa.

Habibi adalah satu dari puluhan siswa yang tergabung dalam Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 1 Gresik.

Jumat (12/1/18) itu, ia dan rekan-rekannya sesama IPM bersama Lazismu Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Jumat Barakah.

Di sekitar Jalan KH Kholil, Alun-Alun, Pasar , dan Kampung Lumpur Gresik, mereka berbagi makanan dan minuman kepada tukang becak dan PKL.

Habibi yang menjadi Ketua PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu terjun langsung bersama Kepala Kantor Lazismu Kabupaten Gresik Minal Abidin.

Kepala SMAM 1 Gresik Ainul Muttaqin Sp mengapresiasi kegiatan tersebut. “Insyaallah kegiatan ini akan dilaksanakan rutin, sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak tentang makna berbagi dan berempati. Mungkin sekarang kita baru bisa memberi nasi dan air minum. Tapi, suatu saat nanti kita bisa memberi lebih,” ujarnya.

Menurut Ainul, dengan kegiatan siswa-siswanya bisa belajar memberi manfaat bagi sesamanya. “Sekaligus sebagai upaya meningkatkan nilai sosial untuk membendung budaya individualis dan hedonis yang sekarang mulai mengakar,” ungkapnya. (Dewi)

Tinggalkan Balasan