Profesi Insinyur “Hidup” Kembali

Profesi Insinyur “Hidup” Kembali

727
0
BAGIKAN

 

UMM menerima mandat dari Kemenristek Dikti untuk program profesi Insinyur (foto: humas UMM)
UMM menerima mandat dari Kemenristek Dikti untuk program profesi Insinyur (foto: humas UMM)

PWMU.CO – Secara resmi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk membuka kembali program profesi Insinyur. Mandat berdasarkan amanat Undang-Undang (UU) No. 11 Tahun 2014 tentang ke-Insinyuran.

Dekan Fakultas Teknik (FT) UMM, Ir Sudarman MT mengungkapkan pemilihan UMM sebagai salah satu penerima mandat untuk membuka program profesi didasarkan beberapa kriteria, seperti sudah terakreditasi A atau B, memiliki Fakultas Teknik, Pertanian, dan atau Matematika dan IPA (MIPA). ”Dari hasil seleksi Kementerian itulah, didapatkan 40 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ditunjuk mengawali pembukaan program profesi ini,” jelasnya, Sabtu (16/4).

Darman menambahkan pembukaan program profesi ini untuk memenuhi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). ”Dengan pembukaan profesi insinyur ini, kita sama-sama berharap akan meningkatkan jumlah dan kualitas insinyur Indonesia,” kata Darman.  Yang bisa mengikuti program profesi ini, lanjut Darman, bisa dari lulusan sarjana teknik, pertanian, ataupun sains terapan, maupun para pekerja yang berprofesi di bidang keinsinyuran. ”Tiap kampus hanya diberi jatah 100 mahasiswa saja tiap angkatan. UMM akan mulai membuka program ini Agustus tahun ini,” katanya.

Penyelenggaraan program ini, kata Darman, akan bekerjasama dengan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) UMM. ”Karena lulusan pertanian juga memerlukan sertifikasi profesi insinyur untuk bidang mereka. Pihak universitas akan membawahi langsung program profesi insinyur ini,” ucapnya. Nantinya, lanjut Darman sertifikat profesi ini diakui di seluruh kawasan Asia. ”Meskipun MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sudah dibuka, namun untuk tenaga-tenaga SDM-nya baru dibuka 2018. Jadi kita punya waktu menyamakan kualitas insinyur kita dengan negara-negara lain. Sehingga bisa meningkatkan atau menyamakan salary antara Indonesia dan negara-negara tetangga,” ujar Darman.

Pembukaan Program Profesi Insinyur di UMM melengkapi program-program profesi lain yang telah berdiri sebelumnya, seperti Profesi Dokter, Profesi Perawat, Profesi Akuntan, dan lain-lain.

Sementara Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti, Patdono Suwignjo dalam surat penugasan penyelenggaraan Program Profesi Insinyur kepada UMM mengatakan, pertimbangan memilih UMM karena kemampuan dan pengetahuan dalam penyelenggaraan pendidikan tingi yang berkualitas. ”Pembukaan program ini untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang memiliki pengetahuan yang mencukupi dalam bidang pendidikan tinggi profesi insinyur,” tulisnya. (Humas UMM/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR