Beranda Headline Mahasiswa UM Surabaya Gagas Masjid Supercanggih

Mahasiswa UM Surabaya Gagas Masjid Supercanggih

5
BAGIKAN
Miniatur MHT yang dipamerkan pada para wartawan
Mahasiswa Fakultas Teknik UM Surabaya saat memamerkan miniatur masjid berkonsep high technology di hadapan para wartawan (foto Radius)


PWMU.CO
– Pernahkah Anda membayangkan singgah dan shalat di masjid yang supercanggih di tanah air? Seperti saat merasakan kecanggihan di Masjid Nabawi Madinah? Masjid yang halamannya penuh dengan payung otomatis. Membuka di pagi hari dan menutup di sore hari?

Apakah Anda membayangkan, begitu masuk halaman masjid, kendaraan Anda akan secara otomatis terparkir karena mendapatkan petunjuk slot parkir yang kosong. Kemudian Anda tidak perlu menonaktifkan HP karena masjid sudah dilengkapi dengan perangkat perusak sinyal.

(Baca: Belum Yakin Arah Kiblatmu? Hari ini Waktu Terbaik Meluruskannya dan Umat Islam Bersatu saat Gerhana)

Begitu masuk ke dalam masjid dan bersiap berjamaah, Anda pun tak perlu bingung merapikan dan merapatkan barisan, karena pengaturan shaf sudah memakai teknologi modern. Tak ada lagi garis atau keramik berbeda warna sebagai batas shaf. Karena pengaturan shaf sudah menggunakan konsep light emitting diode (LED).

Nah, impian Anda itu, tak lama lagi akan terwujud, setelah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, menciptakan konsep Masjid High Technology (MHT). Miniatur MHT ini, Selasa siang (12/4/2106), dipamerkan di hadapan wartawan, di kampus UM Surabaya, Jalan Sutorejo, Surabaya.

(Baca juga: Kegelisahan atas Ringtone HP Berbuah Karya Inovatif)

Rektor UM Surabaya Dr dr Sukadiono MM, menjelaskan bahwa produk kreatif yang dibuat oleh mahasiswanya ini, merupakan gagasan baru dalam mengembangkan masjid yang inovatif dan berkemajuan, sebagai ciri khas gerakan Muhammadiyah. “Ke depan akan ada produk-produk kreatif mahasiswa dari UM Surabaya yang akan menjawab persoalan-persoalan masa depan,” tambahnya.

Shaf berbasis LED
Tanda shaf (merah) berbasis LED. Jika sensor lampu tersentuh kaki maka lampu akan mati, pertanda shaf sudah rapi dan jika masih nyala pertanda shaf belum beres (foto humas)

“Kita punya 30 produk inovasi karya mahasiswa dan beberapa akan kita daftarkan patennya. Usaha-usaha ini merupakan perwujudan dari visi kami, yaitu kampus sejuta inovasi,” kata Rektor yang juga Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini.

Sementara itu, Herwin Firmanda, ketua projek, mengungkapkan bahwa produk yang dibuat ini adalah sumbangsih pemikiran dalam mengembangkan masjid modern. “Semoga konsep masjid high technology ini dapat diterapkan di semua masjid yang ada di Surabaya dan di Indonesia pada umumnya,” katanya. (AW/RS/J/MN)

5 KOMENTAR

  1. alhamdulillaah mantaap…mohon jg difasilitasi sarana utk difabel dan pemakai kursi roda, agar jangan sampai pengguna kursi roda hanya bisa sholat di halaman karena tidak ada jalur khusus..

Tinggalkan Balasan