Beranda Headline Musycab Pertama yang Gunakan E-voting di Luar Surabaya

Musycab Pertama yang Gunakan E-voting di Luar Surabaya

2
BAGIKAN
Musycab Pertama yang Gunakan Evoting
Wakil Ketua PWM Jatim, Nadjib Hamid (kiri) berbincang soal tawaran Muscab di UMM dengan KH M As’ad (kiri nomer dua) saat makan bersama usai Pengajian PCM Laren di Desa Pesanggrahan

PWMU.CO – Meski belum terlaksana, dan bisa jadi ada Pimpinan Cabang Muhammadiyah lain yang mungkin mendahului, Muhammadiyah Cabang Laren Lamongan, tercatat sebagai bagian “as-sabiquun al-awwaluun” (pertama-tama) dalam memanfaatkan kemajuan teknologi cara memilih. Di luar PCM Krembangan, Surabaya, Laren akan tercatat sebagai PCM pertama yang gunakan e-voting dalam penyelenggaran Musyawarah Cabang (Musycab). Ya, dalam Pengajian PCM Laren, di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Laren, Lamongan, Ahad, (10/4), sudah dideklarasikan bahwa Musycab akan menggunakan e-voting.

(baca juga: Keunikan Demokrasi Ala Muhammadiyah dan Musyda Lamongan Pakai E-voting)

“Insyaallah pada Musycab yang kami jadwalkan tanggal 12-13 Ramadan 1436 atau 16-17 Juni 2016 di Karang Tawar akan menggunakan e-voting,” begitu deklarasi Ketua PCM Laren, KH M. As’ad dalam sambutannya. Statemen ini diamini Ketua Panitia Musycab Laren, Malikan Saputra, saat dihubungi pwmu.co, Senin (11/4/2016). Jajaran panitia yang dikomandaninya sudah siap menyelenggarakan Musycab, tidak terkecuali dalam menggunakan e-voting dalam memilih anggota PCM Laren periode 2015-2020. “Kami telah berkoordinasi dengan Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, red) untuk penggunaan sistemnya,” ujarnya.

Rencana penggunaan sistem e-voting dalam Musycab Muhammadiyah Laren ini disambut gembira oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Nadjib Hamid. “E-voting adalah tanda kemajuan. Saya senang dan bangga dengan PCM Laren yang siap menggunakannya. Ini sekaligus menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di desa tidak kalah maju dengan yang di kota. Soalnya, ada kota yang justru menolak e-voting,” sambut Nadjib.

“Masak sudah ada teknologi e-voting kok masih e-biting? Ibu-ibu tahu apa e-voting dan e-biting?” tanya Nadjib. “E-voting itu pemungutan suara secara elektronik, tinggal tombol gambar di komputer. Lawannya kita sebut saja e-biting, yaitu pemilihan yang masih menggunakan cara lama, seperti dulu dalam pemilihan kepala desa yang memakai biting (lidi),” terangnya.

Berkaitan dengan Musycab Laren yang jadwalnya berdekatan dengan Kajian Ramadan PWM Jatim yang diadakan di UMM, Nadjib menawarkan agar Musycab, khususnya saat e-voting, bisa dilaksanakan di Malang. Menanggapi tawaran itu, As’ad masih akan membicarakan lagi dengan panitia.

(Baca juga: PWM Ajak Ngaji Online Jamaah Muhammadiyah Laren)

Selain soal e-voting, Nadjib Hamid juga menyinggung perlunya regenerasi dalam kepemimpinan Muhammadiyah, termasuk yang ada di Cabang Laren. “Pak As’ad saya sarankan tidak dipilih jadi ketua, sekalipun meraih suara terbanyak. Biar ada regenerasi,” pesan Nadjib. As’ad sendiri telah dua periode menjadi Ketua PCM Laren.

“Persyarikatan sudah mengatur sistem pergantian kepemimpinan, sehingga tidak tergantung pada tokoh tertentu, sebagaimana yang banyak terjadi di organisasi lain. Sebab jika mengandalkan tokoh, dan tokoh itu meninggal, sulit mencari ganti yang dianggap sepadan,” katanya.

Nggak apa-apa, nanti Pak As’ad biar seperti Pak Din, yang meskipun sudah tak lagi jadi Ketua Umum, tapi di mana-mana masih ditunggu “fatwa”-nya. Jadi, bapak-bapak yang sudah tidak lagi di Cabang, bisa menghidupkan ranting,” ungkap Nadjib.

Kita tunggu saja apakah PCM Laren akan benar-benar tercatat sebagai pengguna e-voting pertama dalam Musycab selain Krembangan, Surabaya? Atau justru di rentang waktu antara April hingga Juni nanti ada PCM lain yang “menyerobotnya”? Yang jelas, Laren sudah tercatat sebagai PCM pertama di luar Surabaya yang mendeklarasikan secara terbuka-umum akan menyelenggarakan Musycab e-voting. Dan, bahkan, sudah berkoordinasi dengan tim Umsida (MN)

2 KOMENTAR

  1. Di Kabupaten Mojokerto, ada PCM Kutorejo yang sudah dan PCM Ngoro yang akan menggunakan e-votting dari Umsida. Walaupun ketika musyda, PDMnya masih pakai cara manual. Kalau bisa lebih modern, mengapa masih suka yang ketinggalan jaman…

Tinggalkan Balasan