Berkat Doa Ibu, Nalendra Jadi Juara Kalahkan Pemain Bule

91
0
BAGIKAN
Nalendra dan Tim Limas. (Foto Ali Shodiqin/PWMU.CO)


PWMU.CO
– Doa seorang ibu diyakini sangat makbul. Mudah diterima diterima oleh Allah.
Itu pula yang diyakini oleh Nalendra, anggota Tim Limas FC SD Muhammadiyah 15 Surabaya.

Berkat doa ibunya, ia menjadi top skor dalam ajang Mini Soccer U-9, U-11, dan 11-13 yang dilaksanakan Sabtu (11/11/17) lalu, di Surabaya Europen School Pakuwon, Surabaya.

“Alhamdulillah saya bisa memasukan banyak bola ke gawang lawan. Ini semua berkat doa ibu, terimakasih ibu,” ucap Nalendra penuh syukur.

Dia bercerita, pada saat bertanding ia merasakan musuh-musuhnya sangat kuat dan besar-besar. Tapi semua bisa diatasinya.

“Tidak rugi tadi malam saya pamit sama, ‘Ibu besok saya mau bertanding,” Dan didoakan sama ibu, “Semoga jadi juara ya Mas dan hati hati!’,” cerita Nalendra sambil mengacungkan jempol tangan kanannya.

Kebahagian Nalendra juga dirasakan Farel, teman satu tim.”Saya sangat senang bisa main bersama teman-teman lain dari banyak negara,” katanya. Dia merasakan pengalaman lain karena bisa bicara dengan bahasa Inggris dan mengenal budaya para pemain dari beberapa negara.”Jago juga lho main bolanya, komentar Farel yang masih duduk di kelas 4 itu.

Tim Limas (kiri) saat berhadapan dengan tim dengan lawan yang banyak bulenya. (Foto Ali Shodiqin/PWMU.CO)

Kompetisi ini diikuti 8 sekolah di Surabaya yang mempunyai siswa berlatar belakang negara yang berbeda. Jadi banyak anak-anak bule yang ikut bertanding.

“Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan anak-anak lintas negara, dengan target siswa yang berlatar belakang negara berbeda, bisa bertemu dan berkompetisi di arena ini,” jelas Mike Brumby, mewakili panitia pelaksana.

Guru Surabaya European School itu ikut senang karena semua peserta punya semangat tinggi walaupun mereka dari latar belakang negara yang berbeda.

Sementara itu, Eva Rusdiana, wali murid Farel juga ikut bangga. “Anak-anak mainya hebat. Bisa menang lawan anak-anak yang asalnya dari luar negeri. Meskipun postur tubuh anak-anak Limas kalah, tapi tetap berani dan semangat jadi sang juara,” ujarnya.

Selamat! (Ali Shodiqin)

Tinggalkan Balasan