Pencetak Pendekar-Aktivis Itu Telah Tiada

Pencetak Pendekar-Aktivis Itu Telah Tiada

1669
4
BAGIKAN
Almarhum Drs Slamet Diono selaku Ketua Pimda 216 Madiun (foto: Istimewa)
Almarhum Drs Slamet Diono selaku Ketua Pimda 216 Madiun (foto: Istimewa)

PWMU.CO – Sosok yang menginspirasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah Madiun itu telah tiada. Ketua Pimda 216 Madiun Drs Slamet Diono berpulang kehadiran Allah swt, hari ini (11/4). Almarhum Slamet merupakan tokoh sentral di balik banyaknya kader Tapak Suci yang aktif dan berkiprah di Persyarikatan Muhammadiyah Madiun, hingga mengisi level Pimpinan.

Pendekar Sudarusman yang merupakan unsur Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jawa Timur menceritakan sosok Almarhun Slamet. Menurut Sudarusman, almarhum yang dikenalnya sejak 10 tahun lalu itu tidak hanya sekedar pendekar, tapi seorang pengkader Muhammadiyah yang baik. Karena berkat kaderisasi dari almarhum Slamet inilah, banyak dari kader dan pendekar Tapak Suci yang hingga kini aktif dan berkecimpung di Muhammadiyah Madiun. Bahkan banyak dari kader tapak suci yang kini menduduki unsur Pimpinan Muhammadiyah Madiun.

”Almarhum Slamet ini tidak hanya sosok pendekar, tapi juga tokoh sentral dan pengkader Muhammadiyah yang baik di Tapak Suci,” kenang Sudarusman kepada pwmu.co.

Sudarusman yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jatim ini berharap sosok Almarhum Slamet ini mampu menginspirasi pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah lain di Madiun. Agar perjuangan dan semangat mengkader dari almarhum ini tetap diteruskan, Tapak Suci sebagai kawah candradimuka kaderisasi Muhammadiyah.

Sudarusman mengungkapkan rasa belasungkawa atas kepergian almarhum Slamet. “Innalillahi wa innailaihi roji’un, kami segenap keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jatim turut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum. Semoga khusnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran oleh Allah swt. Amin,” ucap Sudarusman. (aan)

4 KOMENTAR

  1. Sy a.n. putra dan keluarga dr beliau mohon maaf atas smua kesalahan beliau baik disengaja maupun tidak. Beliau wafat tgl 10 april 2016 pukul 16.00 di RSI Madiun. Beliau tidak sakit apa” sblmnya, mulainya stlh sholat sbuh hri minggu, dan stlh sampai RS diperiksa sarafnya yg kena

  2. Semoga Allah memgpuni segala dosa beliu dan menerima seluruh amal baiknya..semoga husnul khotimah
    Semoga keluarga beliau diberikan kesabaran,ketabahan, keikhlasan serta kekuatan oleh Allah

Tinggalkan Balasan