Lazismu Targetkan 200 Miliar Setahun

Lazismu Targetkan 200 Miliar Setahun

303
0
BAGIKAN
Spirit Menggembirakan Zakat dari Tahun 1950
Ketua Badan Pengurus Pimpinan Pusat Lazismu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief PhD, menyampaikan pidato iftitah dalam Rakornas Lazismu di Hotel Sun, Sidoarjo (7/4) (foto: aan)

PWMU.CO – Komitmen para peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dalam menghidupkan ghiroh zakat tidak bisa dianggap remeh. Buktinya, dalam hasil sidang pleno Rakornas itu diputuskan bahwa Lazismu menargetkan penghimpunan zakat sebesar 150-200 miliar dalam setahun.

“Semangat kawan-kawan dalam membangkitkan Lazismu begitu dahsyat. Mereka benar-benar rela berjuang keras untuk bisa menghimpun dana yang banyak. Tak main-main, kali ini kami menargetkan penghimpunan dana-150-200 miliar dalam setahun,” kata Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief phD, di The Sun Hotel, Sabtu (9/4).

Melihat semangat para peserta Rakornas yang begitu luar biasa, Hilman yakin target tersebut akan tercapai. Dengan catatan, lanjut Hilman, para pengurus Lazismu siap bekerja keras dan konsisten. “Jangan sampai semangat tersebut hanya ada pada saat Rakornas. Beberapa hari setelah Rakornas, semangatnya luntur lagi. Itu berarti tidak konsisten. Saya berharap para pengurus Lazismu di seluruh Indonesia tidak demikian,” tuturnya.

(Baca: 1 Miliar dari Wardah untuk Lazismu)
(Baca: Tidak Ada Alasan Lazismu Tidak Profesional)
(Baca: Ketua PWNU Terkesan dengan Pengelolaan Lazismu)

Dosen Unmuh Yogyakarta ini sangat mengapresiasi target besar yang dicanangkan dalam Rakornas Lazismu kali ini. Meski begitu, dia menegaskan bahwa penghimpunan dana zakat tidak menjadi prioritas. Hilman menyatakan, target utama yang dituju oleh Rakornas di Sidoarjo ini adalah penguatan kapasitas kelembagaan dan pematangan dalam penyusunan program.

“Penghimpunan dana memang penting. Namun yang paling dibutuhkan Lazismu saat ini adalah penguatan kelembagaan yang meliputi perbaikan standarisasi kantor, SDM, prosedur,dan  strukturisasi. Selain itu, kami juga memprioritaskan pematangan penyusunan program, meliputi  program regional dan nasional,” pungkasnya. (ilmi)

TIDAK ADA KOMENTAR