Doa Memasuki Bulan Rajab

Doa Memasuki Bulan Rajab

1672
1
BAGIKAN
Doa Memasuki Bulan Rajab
Ilustrasi doa memasuki bulan Rajab yang katanya berasal dari Nabi Muhammad saw

PWMU.CO – Sejak kemarin, banyak beredar SMS, chat (grup) WhatsApp, BBM, dan dinding Facebook yang “mengingatkan” kedatangan bulan Rajab yang jatuh pada hari ini (9/4). Banyak pula yang mengganti DP (Display Picture) dengan sebuah doa yang dianggap berasal dari Rasulullah saw. Doa itu berbunyi Allahumma Baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan. Yang artinya, Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab juga di bulan Sya’ban, dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan. Benarkah doa itu benar-benar dari Rasulullah saw?

Jika kita cari dalam berbagai kitab hadits, memang ada redaksi yang menuliskan doa tersebut. Di antaranya adalah Imam al-Baihaqi dalam Kitab Syu’abul Iman (III:357) dan Fadlailul Awqat (104-105). Kemudian juga ada Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya (III: 70-71), al-Bazzar dalam Musnad-nya (I: 402), serta Imam Thabrani dalam kumpulan haditsnya yang berjudul al-Awsath (IV: 189). Selain kelimanya, juga ada Ibnu al-Siniy dalam ‘Amal al-Yawm walllaylah (hal 399), serta Fadlal ar-Ramadlan (hal 24) karya Ibn Abi ad-Dunya.

(Baca: Bagaimana Tuntunan Puasa Rajab?)

Meski banyak hadits yang meriwayatkannya, bagaimana status hadits ini? Berikut mari kita kutipkan salah satu redaksinya yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الله ثَنَا عُبَيْدُ الله بْن عُمَر عَنْ زَائِدَة بن أَبِي الرِّقَادِ عَنْ زِيَادٌ النُّمَيْرِيُّ، عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكِ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبَ، قَالَ: اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Dari Anas Radliyallahu ‘anhu, Anas berkata: Ketika Nabi saw masuk bulan rajab Nabi saw berdoa:” Ya Allah semoga Engkau anugerahkan berkah kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan antarkan kami ke bulan Ramadan.

Layaknya “dalil hadits” yang dibukukan satu abad setelah Nabi Muhammad saw wafat, ulama hadits pun memberikan “catatan” tentang nilai hadits dengan metode yang dikenal dengan takhrij al-Hadits. Sebuah metode pengujian kebenaran hadits dengan menelusuri biografi semua periwayat dan kuat-lemahnya hafalan mereka. Selain itu, takhrij juga digunakan untuk mengetahui ketersambungan mata rantai sanad antarperawi.

Selanjutnya halaman 2…

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan