Beranda Kabar Umum Ketua PWNU Suka Pengelolaan Wakaf di Muhammadiyah

Ketua PWNU Suka Pengelolaan Wakaf di Muhammadiyah

0
BAGIKAN
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Riau Drs Tirmizi dalam diskusi panel Rakornas Lazismu (foto: miftahul ilmi)
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Riau Drs Tirmizi dalam diskusi panel Rakornas Lazismu (foto: miftahul ilmi)

PWMU.CO – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Riau Drs Tirmizi yang juga selaku Direktur Pemberdayaan Zakat merasa bangga dengan pengelolaan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu), terutama dalam pengelolaan tanah wakaf. Hal itu disampaikannya dalam diskusi panel Rakornas Lazismu yang terselenggara di The Sun Hotel, Sidoarjo, hari ini (8/4).

”Kalau Muhammadiyah menerima tanah wakaf, maka secepatnya hal itu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Segera tanah wakaf tersebut diurus legalitasnya dan digunakan, baik dibangun gedung atau lainnya,” ungkap dia.

(Baca juga: Arina Hayati, Perempuan yang Hibahkan Tanahnya 1,5 Hektare untuk Muhammadiyah dan Muhammadiyah Jatim Terima Wakaf Lahan 3890 Meter)

Lebih lanjut Tirmizi mengatakan hal itu hingga kini belum bisa dilakukan oleh NU. Untuk itu dia menegaskan bahwa pengelolaan Lazis harus profesional, transparan dan akuntabel. “Pengelolaan Lazis harus melibatkan orang yang profesional di bidangnya, jangan melulu semua diisi dengan kyai,” cetusnya.

Tirmizi mengungkapkan, permasalahan zakat di Indonesia saat ini adalah penyaluran yang kurang tepat sasaran. Untuk itu dia berharap, Lazismu bisa menjadi pelopor lembaga zakat yang dapat menyajikan data penerima zakat secara detail. Sehingga penyaluran zakat bisa lebih akurat.

(Baca juga: Dapat Lahan Wakaf, Muhammadiyah Bondowoso Akan Dirikan Klinik dan Menjaga Amanat Wakaf adalah Mutiara Muhammadiyah)

“Selama ini kita lebih memprioritaskan penghimpunan zakat. Sedangkan penyalurannya masih lemah. Hal ini harus dibenahi. Jangan sampai hasil penghimpunan zakat sampai kepada orang-orang yang tidak tepat. Jika ini yang terjadi, maka zakat yang digadang-gadang menjadi salah satu penyelesai masalah kemiskinan, tidak akan tercapai,” urainya. (aan)

Tinggalkan Balasan