Peserta Sister School Program Ini Kagumi Newater, Pengolahan Limbah Air Terbaik Dunia di Singapura

19
0
BAGIKAN
Delegasi saat di Newater, Singapura. (Foto Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Salah satu tempat menarik yang dikunjungi delegasi SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dalam Sister School Program di Singapura dan Malaysia yang berlangsung 20-29 Oktober 2017 adalah Newater.

Newater adalah tempat pengolahan limbah air terbaik dunia yang dimiliki Singapura, yang menyuplai kebutuhan air masyarakatnya. Di tempat itu delegasi bisa melihat bagaimana pengolahan air limbah, air sungai, maupun air hujan sehingga bisa langsung diminum dalam bentuk wadah kemasan.

BACA Belajar Menjadi Siswa Kelas Dunia dengan Sister School Partnership Program

Ternyata proses pengolahan ini membutuhkan teknologi canggih sehingga keberadaan dan harga air di Singapura sangat mahal. “Kami bisa melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan limbah mulai awal sampai menjadi air kemasan yang siap minum,” papar Ustadz Hari Widianto MPd, Kepala sekolah, yang turut langsung mendamping delegasi dalam kunjungan Sabtu (21/10/17) lalu.

“Kami ingin memberikan wawasan dan menanamkan rasa peduli pada diri siswa tentang pengolahan air limbah sehingga air tersebut bisa disebut baru kembali, layak dan siap minum,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, 35 delegasi, 3 pendamping guru, dan 2 dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik menyaksikan secara langsung proses pengolahan limbah air.
Seluruh delegasi menyaksikan 2 kali tayangan video dan 4 kali penjelasan tentang sejarah Newater, proses pengolahan, proses penyinaran ultraviolet, sampai dengan pengepakan dalam bentuk kemasan.

“Di Newater, kami menyaksikan kecanggihan proses pengolahan air dunia yang supercanggih,” ujar Lisa Ainur R., siswa kelas IX. Biasanya, tambahnya, pengolahan air hanya 2 tahapan. Tetapi di Newater mencapai 3 tahap sehingga air benar-benar siap minum dan tidak ada virus.

Selain mengunjungi Newater, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Provinsi Melaka, Perak, dan Kedah Malaysia untuk melakukan kunjungan di 3 sekolah Internasional di sana. Selain siswa bisa belajar di sekolah tersebut, mereka akan melakukan performance dengan menampilkan tarian khas Indonesia, yaitu tari Saman, Piring, dan Tor-Tor. (Ichwan Arif)

Tinggalkan Balasan