Jika Anak Berbuat Salah, Ortu Harus Bercermin Diri

16
2
BAGIKAN
Ahmad Rifa’i Hatala dalam KIP di SDM 2 GKB Gresik. (Foto Khoirul Anam/PWMU.CO)

PWMU.CO – Jika anak melakukan kesalahkan, jangan sepenuhnya ditimpakan ke anak. Karena mereka seringkali meniru pola perilaku orang tua. Maka anak ibarat cermin bagi orang tua.

Itulah salah satu materi yang disampaikan oleh trainer Ahmad Rifa’i Hatala SE CHt, dalam kegiatan Kajian Islamic Parenting (KIP) di SD Muhammadiyah 2 GKB, Sabtu, (21/10/17).

BACA Dua Pola Pendidikan Anak: Sterilisasi dan Imunisasi, Anda Pilih Mana?

Kegiatan yang mengambil tema “Peran Ibu sebagai Madrastul Aulad di Era Gadget” ini diikuti oleh wali siswa kelas 2 dan 3.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Rifa’i mengatakan, yang perlu dilakukan oleh setiap ibu agar menjadi madrasah di antaranya adalah menyadari bahwa anak adalah amanah langsung dari Allah yang harus dijaga.

“Jadi, perlu mengedepankan komunikasi yang hangat dan interaktif dengan anak daripada dengan kekerasan,” ujarnya. Dia menambahkan, kesalahan yang dibuat anak baik di sekolah maupun di rumah adalah sebuah proses belajar. Pemberian beban yang terlalu berat kepada anak juga dapat mengalihkan anak pada hal lain di luar kebiasaan yang tak diketahui orang lain bahkan keluarga,“ terang dia.

Munculnya kenakalan remaja, lanjutnya, adalah dimulakan karena beban berat yang tidak kuat di tanggung oleh anak.

Ustadz Rifa’i juga menyarankan pemberian gadget pada anak minimal setelah usia 7 tahun. Itupun harus dengan bimbingan dan pengawasan orang tua. “Jangan sampai justru orang tua kurang paham dengan gadget,” pesannya.

BACA JUGA Waspadai, Peperangan telah Masuk di Bilik Kamar

WakiI Kesiswaan Irma Sonya Suryana SKom, saat ditemui PWMU.CO mengatakan KIP adalah program IKWAM (Ikatan Wali Murid) yang bekerjasama dengan sekolah.

“Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menyatukan visi dan misi sekolah dalam mendidik anak sehingga menjadi generasi yang terbaik di zamanya ” ujarnya sambil menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap bulan secara bergilir dan diikuti wali siswa kelas 1-6. (Khoirul Anam)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan