Ketua Majelis Tabligh Jakarta pun Takziyah ke Keluarga Choirul Huda, Kiper Persela yang Wafat dalam Insiden Pertandingan

20
0
BAGIKAN
Nashihudin (keeempat dari kiri) bersama pimpinan Majelis Tabligh PDM Lamongan saat di rumah duka almarhum Choirul Anam. (Foto Mohamad Su’ud/PWMU.CO)

PWMU.CO – Luasnya pemberitaan atas meninggalnya Choirul Huda, penjaga gawang Persela Lamongan dalam insiden pertandingan melawan Semen Padang, pekan lalu, mendapat perhatian khusus dari Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur, Nashihudin.

Jauh-jauh dari Jakarta, dia melakukan takziyah kepada keluarga almarhum di Lamongan, Rabu, (18/10/17).

BACA Almarhum Choirul Huda, Kiper Persela di Mata Bupati Lamongan 2000-2010 Masfuk

“Saya adalah penggemar fanatik sepok bola,” katanya. Dia menambahkan, keinginannya untuk takziyah semakin besar ketika tahu bahwa Choirul Huda adalah keluarga aktivis Muhammadiyah.

Sebelum melakukan takziyah ke rumah duka, Nashihudin lebih dulu mampir ke kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Turut menyambut 6 anggota PDM dan 7 personal Majelis Tabligh PDM Lamongan.

Di kantor yang berlokasi di Jalan Veteran Lamongan itu mereka melakukan ramah tamah dan sharing sekitar perkembangan dakwah di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut Nashihudin menyampaikan rencana Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur untuk melaksanakan kegiatan rihlah di Lamongan. Rencana inipun disambut dengan baik oleh Achmad Zaini, Sekretaris PDM Lamongan.

BACA JUGA Choirul Huda, Anak Muhammadiyah yang Jadi Kiper Persela, Meninggal saat Bertanding

“Kehadiran kami ke Lamongan selain untuk silaturrahim juga ingin takziyah kepada keluarga almarhum Choirul Huda, yang dalam pemberitaan, termasuk keluarga Muhammadiyah. Kami ikut merasakan duka yang mendalam,” demikian Nashihudin.

Saat tiba di rumah duka, keluarga almarhum Choirul Huda menyambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan.

“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Choirul Huda,” kata Ustadz Masroin, Ketua Majelis Tabligh PDM Lamongan, mewakili rombongan.

Senyum pun mengalir dari keluarga almarhum, walau masih agak berat. Semoga almarhum diterima segala amal kebajikannya dan diampuni segala dosanya. (Mohamad Su’ud)

Tinggalkan Balasan