Belajar Energi Alternatif dari Layang-Layang

12
0
BAGIKAN
Membuat layang-layang untuk praktikum menyenangkan tentang energi alternatif. (Foto istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Hari itu, wajah siswa-siswi Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1 Ujungpangkah, Gresik nampak ceria.

Pasalnya, kali ini pelajaran tidak diberikan dalam bentuk teori. Oleh guru kelas, mereka justru diberi tugas membawa bahan-bahan seperti potongan bambu, benang, kertas, dan lem.

BACA Dari Sedekah Seribuan, Siswa Madrasah Muhammadiyah Ini Bisa Santuni 20 Dhuafa Tiap Bulan

Rupanya, Fulaifilah, guru kelas IV mereka, mengajak anak-anak membuat layang-layang. Loh, apa hubungan antara layang-layang dengan pelajaran IPA yang dijadwalkan hari itu?

Pertanyan itu terjawab setelah anak-anak itu menerbangkan layang-layang di halaman sekolah. Ya, mereka baru sadar bahwa menerbangkan layang-layang tersebut adalah salah satu “praktikum” tentang energi alternatif berupa angin.

“Kami ingin mengubah pembelajaran bertemakan energi alternatif menjadi pembelajaran yang menyenangkan,” ujarnya pada PWMU.CO, Rabu (18/10/17)

Fulaifilah menyampaikan, seringkali guru kurang memperhatikan teknik mengajar. “Banyaknya mata pelajaran yang harus dikuasai oleh guru, membuat para guru menerapkan metode ceramah dari hari ke hari sehingga peserta didik merasa jenuh, bosan, bahkan bermalas-malasan mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.

Menurut Kepala MIM 1 Ujungpangkah Fauzi, seorang guru harus pandai mengelola kelas. Seperti yang dilakukan Fulaifilah. “Guru harus pandai mengemas suatu pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi peserta didik,” kata dia.

Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, lanjutnya, menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Untuk itu, guru harus mengetahui hakikat belajar dan pembelajaran yang baik. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pemahaman guru terhadap hakikat tersebut,” katanya.

Selain itu, tambah dia, dapat meningkatkan semangat belajar, “Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan juga memicu seorang guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam menyampaikan materi pelajaran,” ungkapnya. (MN)

Tinggalkan Balasan