Dua Siswa SMAMDA Juarai Presenter Berita di Unesa

13
1
BAGIKAN
Arin Tantina dan Nafla Aqilah

PWMU.CO –Nama SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA) kembali berjaya dalam Festival Bulan Bahasa yang diadakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Ahad (15/10/2017) lalu.

Di ajang tahunan yang mengusung tema ‘Eja Diri, Ragam Kreasi, Wujudkan Generasi Penuh Inspirasi’ itu, dua siswi SMAMDA sukses membawa pulang piala untuk kategori baca berita.

Kedua siswi berprestasi  menjadi presenter berita itu adalah Arin Tantina (kelas XII MIPA 9) yang menjadi juara 1, dan Nafla Aqilah (kelas XI MIPA 8) menjadi juara 2.

”Alhamdulillah. Dua siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler SMAMDA Radio mampu mengharumkan nama sekolah dengan membawa pulang trofi juara,” ujar Kepala SMAMDA, Astajab MPD dihubungi Rabu (18/10/2017).

Berita lainnya: Ketua PWM Doakan Siswa SMAM-X dan SMAMDA Sukses Jadi Juara Expo Fiksi 2017

Tahun ini, Festival Bulan Bahasa mempertandingkan tujuh cabang lomba yang diikuti oleh 200 peserta perwakilan dari Kabupaten Ponorogo, Banyuwangi, Bojonegoro, Lamongan, Jombang, Sidoarjo, dan Gresik. Sementara untuk lomba baca berita diikuti oleh 25 peserta.

Arin mengungkapkan, awalnya dirinya sempat pesimis karena di babak penyisihan persaingan sudah berlangsung ketat. ”Nggak bakal bisa masuk babak final ini,” gumamnya.

Setelah namanya dipanggil sebagai salah sorang peserta yang masuk final, rasa optimistis Arin untuk menjadi juara pun membuncah. ”Di partai final, kami memberikan perfoma terbaik dan akhirnya bisa jadi juara. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Atas prestasi ini, Arin dan Nafla, tidak ingin merasa puas. Keduanya terus berlatih untuk bisa memberikan yang terbaik pada setiap ajang yang diikuti. ”Setelah ini kan ada lomba baca berita di Lampung, jadi ya harus terus latihan, nggak boleh lengah dong kalau mau hasil terbaik,” ujar Nafla.  (tori/aan)

1 KOMENTAR

  1. […] Baca juga: Dua Siswa SMAMDA Juarai Presenter Berita di Unesa                                                                                    Kedua, jangan suka marah. ”Anak paling tidak suka dimarah-marahi,” kata Umi lagi. Pernyataannya itu langsung disambut serempak dengan kata yaaa…. oleh siswa-siswi Smamda. Orangtua sering marah-marah kalau nilainya di mapel tertentu jelek. Padahal anak sudah berusaha keras. Secara psikis anak- anak yang dimarahi terus akan stres.  Sering kali orangtua memaksakan kehendak kepada anak dan marah-marah kalau tidak dituruti. Apalagi pada saat pemilihan jurusan untuk sekolah lanjutan. […]

Tinggalkan Balasan