CCTV Allah Versus CCTV Manusia

14
0
BAGIKAN
Jamaah pengajian fokus menyimak ceramah Ustadz Muhammad Arifin. (Foto istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Ustadz Muhamamd Arifin mengajak umat Islam merasakan kelebihanyang telah dberikan oleh Allah SWT “Itu merupakan kunci agar bisa mensyukuri nikmat. Orang yang selalu memikirkan kekurangannya, maka dia tidak akan pernah bersyukur dan orang tidak bersyukur. Maka ia tidak akan pernah merasakan kebahagian dalam hidupnya,” ungkapnya sambil mengutip surat Albaqarah ayat148, “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Dalam Kajian Masyarakat Madani yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, di Masjd At-Taqwa, Jalan Teukur Umar 48 Bojonegoro, Ahad (15/10/17) itu Arifin menyelinginya dengab memutarkan video seorang yang tidak memiliki kedua tangan tetapi justru hidup sebagai penulis. Hal itu membuat jamaah terharu.

BACA LDK Muhammadiyah Ngaji Bareng Komunitas Punk

Ustadz Arifin menjelaskan bahwa hidup itu laksana perlombaan. “Oleh karena itu kita harus sungguh-sungguh dan memiliki modal. Karena modal itu menentukan model,” papar dia.

Menurtunya, seberapa banyak modal yang miliki di situlah model yang akan nampak. “Sebagai hamba Allah yang beriman, maka kita harus memiiki modal iman yang cukup sehingga akan lahir subuah amal yang shaleh. Tapi sebaliknya jika modal iman berkurang, maka aktifitas yang lahir adalah amal yang salah,” jelas dia.

Ustadz Arifin lalu memberi ilustrasi, “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan dengan panggilan hayya’alash shalah, artinya mari menuju kemenangan, maka orang yang imannya kuat akan segera menuju masjid untuk meraih kemenangan. Sedangkan yang imannya lemah meskipun mendengar adzan juga tidak tertarik datang ke masijid. Artinya menjadi kalah.”

Dia juga mengungkapkan bahwa kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan sejak bulan September 2017 di Surabaya cukup meningkat karena para pengguna jalan takut terekam oleh CCTV yang dipasang. “Karena kalau melanggar tidak akan bisa mengelak lagi sebab rekamannya ada,” kata dia.

“Pertanyaannya kenapa mereka tidak takut terhadap CCTV Allah yang selalu merekam semua aktivitas hambanya selama 24 jam penuh?”, ujarnya sambil membacakan surat Ali Imran ayat 5, “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.”

Ustadz Arifin menegaskan, kenapa lebih takut dengan CCTV yang ada di jalan dari pada CCTV Allah “Jawabannya adalah karena modal iman yang dimiliki hanya sedikit,” tuturnya.

Di akhir ceramahnya, dia berpesan agar jamaah selalu menambah modal iman agar bisa melahirkan model yang shaleh. (MN)

Tinggalkan Balasan