Prihatin Maraknya Bullying pada Anak, 9 Perempuan Muda Gresik Ini Bentuk Kizuna

9
1
BAGIKAN
Perempuan perempuan muda anggota Kizuna (Foto Kizuna for PWMU.CO)

PWMU.CO – Sembilan perempuan muda yang tergabung dalam Kizuna melakukan aksi anti-bulliying, di Gresik, Ahad, (15/110/17). Mereka berorasi, bernyanyi, membentangkan poster, dan meminta dukungan pada pengunjung berupa tanda tangan atau cap lima jari.

Ria Puspita Sari, salah satu peserta menjelaskan bahwa aksi tersebut berawal dari keprihatian atas masih maraknya kekerasan pada anak, baik yang dilakukan orang dewasa maupun oleh sesama mereka.

BACA Inilah Pernyataan Sikap dan Aksi Nasyiatul Aisyiyiah Jatim dalam Menolak Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Kekhawatiran akan bullying terhadap putra-putri kami sendiri dan tak ingin terjadi pada anak-anak yang lainnya,” ujar Vita, panggilan akrabnya. Vita adalah seorang guru SD Muhammadiyah Manyar Gresik dan dalam komunitas Kizuna berperan sebagai juru kampanye.

Anggota lainnya, Ririn Eka Novitasari yang berprofesi sebagai bidan dan anggota Pimpinan Daerah Nasyi’atul Aisyiyah Gresik bertugas sebagai penggubah lirik lagu.

Dia menjelaskan bahwa lagu dengan nada yang sudah dikenal anak dapat digubah liriknya menjadi sesuatu yang dapat mengingatkan anak-anak untuk terus waspada menjaga tubuhnya.

“Terkadang anak anak belum bisa membedakan orang yang berniat buruk atau baik kepada mereka, karena itu harus selalu diingatkan,” jelasnya.

Aksi cap telapak tangan mendukung aksi Kizuna.(Foto Kizuna for PWMU.CO)

Dalam aksi itu Ririn menggubah nada lagu Pelangi dengan lirik sebagai berikut:

Tubuhku tubuhku
berharga bagiku
kan ku jaga slalu
anugrah Tuhanku

Pesan dari ibu
kan ku ingat slalu
jagalah selalu tubuhmu anakku

Kepada PWMU.CO, Senin (16/10/17), Ria Eka Lestari—anggota lainnya—menjelaskan bahwa Kizuna berasal dari bahasa Jepang yang artinya Heart to Heart. “Ya kami memang ingin menjaga niat kami yang sejak awal berkumpul karena punya kepedulian yang sama terhadap kekerasan perempuan dan anak,” ungkap Tari, panggilan akrabnya.

Tari adalah pendiri Komunitas Perempuan Muda dan anggota Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik.

Aksi Kizuna mendapat dukungan salah satu komunitas sepeda. (Foto Kizuna for PWMU.CO)

Dia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Kizuna berasal dari hati “Dan semoga dapat masuk ke hati masyarakat lain untuk bersama sama menghilangkan perilaku perilaku bullying perempuan dan anak,” papar dia.

Sementara itu, Kazue Salzabella Rachelinda, seorang mahasiswi yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gresik menyampaikan bahwa Kizuna baru dibentuk tanggal 7 September 2017. “Meski baru lahir, tapi kami tak ingin hanya sebatas cuap-cuap di medsos namun ada aksi nyata,” tuturnya saat aksi perdana di Bundaran Gresik Kota Baru, (GKB) Ahad kemarin. Meski masih berstatus mahasiswi, Bella–sapaan sehari-harinya–tertarik bergabung karena adik kandungnya yang difabel sering dibully teman temannya.

“Semoga tidak ada lagi anak-anak yang saling menghina satu sama lain atau bahkan menerima kekerasan apapun bentuknya,” harapnya.

BACA JUGA Kader Nasyiah Diminta Semakin Peduli atas Maraknya Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Ditemui usai aksi, Athiq Amiliyah, anggota yang lain, menegaskan bahwa perempuan dan anak juga memiliki hak yang sama dengan kaum pria. “Berhak untuk mendapat kasih sayang, kebahagiaan, dan perlakuan baik,” tandasnya sambil membersihkan cat air untuk cap lima jari saat aksi berlangsung. Perempuan muda yang berprofesi sebagai Bendahara SD Muhammadiyah Manyar Gresik ini menceritakan bahwa Kizuna akan mendaftarkan diri dalam Tangkis Jawa Pos For Her bersama komunitas komunitas lainnya.

“Kami ingin berkiprah bersama sama mereka untuk menyuarakan kegiatan kegiatan peduli perempuan dan anak,” kata Is Sejati Wuni, anggota lainnya, sambil mendampingi pengunjung Bunderan GKB menandatangani kain putih sebagai bentuk dukungan. Mahasiswi semester akhir Universitas Muhammadiyah Gresik yang biasa dipanggil Wuni ini rela menyempatkan waktu di sela sela KKN-nya demi mengawal angka nol kasus bullying anak.

Dukungan aksi berupa tanda tangan.(Foto Kizuna for PWMU.CO)

Anggota lainnya, Ria Tri Wulandari, menyayangkan masih seringnya kasus seputar kekerasan seksual perempuan dan anak. “Apapun bentuk dan alasannya tidak bisa diterima baik dari sisi kesehatan maupun sosial,” kata perawat Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik itu.

Menurutnya, trauma dan dikucilkan menjadi beban yang sangat berat disamping penyakit kesehatan yang harus ditanggung semasa hidup. “Dan tak mudah menghilangkan itu dari masa depan mereka,” tegas Wulan, panggilan akrabnya.

Sedangkan Umi Fatmala—pegawai kantor Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik— dan Mirsalia Diastuti—Wali Siswa SD Muhammadiyah Manyar Gresik—meminta restu agar kegiatan ke depan juga berjalan lancar. Rencananya Kizuna akan menggelar panggung boneka tangan ke TK-TK dengan tetap mengusung tema Tolak Bullying pada Anak.

Yang unik, dari 9 anggota Kizuna, 3 di antaranya adalah satu saudara, yaitu Tari, Vita, dan Wulan. Bahkan Tari dan Vita adalah saudara kembar. (AW)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan