Cantik-Cantik tapi jika Ngambekan dan Mudah Marah ….?

0
33
Rukmini (depan, kanan) saat menjelaskan berhias ala jahiliyah. (Foto Agustine/PWMU.CO)

PWMU.CO – Apa definisi cantik itu? Bagaimana cara mengukur kecantikan? Bagaimana pula cantik dalam pandangan Islam? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang hendak dijawab Fun Semi Workshop yang diadakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim bekerjasama dengan Natur-E, di Fave Hotel, Surabaya, Sabtu (7/10/17).

“Cantik adalah nilai lebih yang membuat kita berharga. Cantik itu bersifat relatif. Cantik adalah sebuah keanggunan, kelebihan, dan kehalusan pekerti,” demikian dra Rukmini, Wakil Ketua PWA Jatim, yang menjadi pembicara dalam acara yang dihadiri 200 warga Aisyiyah dari PWA Jatim, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Nasyiatul Aisyiyah itu.

BACA: Saat Wanita-Wanita Shalihah Bahas Kecantikan Luar-Dalam

“Pendeknya cantik adalah bangselok,” tuturnya dalam bahasa Madura. Pada prinsipnya, lanjut Rukmini, cantik terbagi menjadi dua unsur yaitu cantik luar dan cantik dalam (inner beauty). “Kalau cantik luar artinya secara fisik cantik, enak dipandang, pandai bersolek. Sedang cantik dari dalam adalah kepribadian positif yang memancarkan keimanan,” jelas Rukmini dalam sesi Fun Talk Show.

Dalam acara bertema Cara Mengukur Kecantikan Muslimah menurut Islam itu Rukmini menjelaskan ciri-ciri cantik menurut padangan Islam. Menurutnya, cantik adalah berkepribadian sehat, mempunyai sifat puas dengan apa yang dimilkiki, dapat bergaul dengan baik dan bisa menerima kritik. “Selain itu dapat mengontrol emosi, menjaga diri dan kehormatan, malu jika melakukan hal buruk, bijak menghadapi tantangan, dan selalu bersabar dan bersyukur,” ungkapnya.

Rukmini melanjutkan, “Pertanyaannya adalah, apakah kita warga Aisyiyah Jatim sudah memenuhi kriteria tersebut?” Kontan lontaran pertanyaan Rukmini itu disambut tepuk tangan dari peserta yang memenuhi Sky Ballroom Fave Hote Mex Building.

“Cantik fisik bisa didapat dari perawatan rutin. Bisa dengan mengkonsumsi Natur-E,” ujarnya sambil mempromosikan sponsor kegiatan. Tapi, tambah Rukmini, janganlah kita hanya cantik fisik saja.

“Ruhani kita juga harus dipercantik. Sebab, hakikat cantik sebagai jati diri muslimah adalah ketika wanita itu tunduk dan patuh. Martabat wanita adalah marwah (harga diri), sedangkan martabat wanita ditunjukan oleh ketaqwaan dan keimanan,” papar dia.

Para peserta Fun Semi Workshop. (Foto Agustine/PWMU.CO)

Rukmini menekankan, ada dua pola pikir yang harus diperhatikan Muslimah, yaitu positif dan negatif. Dia mengatakan, pola pikir positif meliputi sabar, tawakal, tawadhu, taqwa, dan ikhlas. Sedangkan pola pikir negatif meliputi takabur, syahwat, hirsh (rakus), hasad, riya’, thama‘, ghadab. “Pola pikir negatif inilah yang akan menyebabkan stress dan gangguan homeastatis yaitu menurunnya sistem imun, sakit, mati,” tandasnya.

Rukmini juga menasehati agar Muslimah selalu tampil cantik dengan tidak isrof atau berlebih-lebihan). “Menjaga perilaku dan mengolah emosi, adalah salah satu kunci cantik dari dalam. Hal ini juga harus dijaga, karena peran kita sebagai istri dan warga masyarakat, termasuk aktifitas dan peran kita di Persyarikatan,” terang dia.

Lebih lanjut, Rukmini membeberkan kunci cantik ala Muslimah lainnya, yakni selalu berwajah dan berjiwa senyum, menjaga ibadah, melakukan salat sunah, berpikir cerdas, mencintai lingkungan, dan percaya pada potensi diri. “Jadi, cantik itu tidak boleh ngambekan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ingin Cantik Luar-Dalam, Muslimah Harus Ikut Talkshow dan Beauty Class Aisyiyah

“Untuk mencapai itu, Muslimah, terutama warga Aisyiyah wajib mengetahui makanan jasmani dan rohani yang dibutuhkan tubuh,” kata dia. Makanan tersebut, tambahnya, dijelaskan dalam Alquran surat Annahl ayat 66-70, Al Araf ayat 26 dan 31, dan Al Isra ayat 78- 82.

Sementara itu dalam sesi Beauty Talk Show, dr Yuni Wibawa SP.K mengungkapkan perlunya diketahui beberapa hal yang menyebabkan kerusakan pada wajah. “Jika kita abaikan hal ini akan menggangu penampilan kita, penyebab kerusakan kulit wajah di antaranya: AC, asap kendaraan bermotor, sinar matahari, kurang tidur, kurang olah raga, penggunaan kosmetika ilegal, perawatan kulit yang kurang teratur, hormonal, pengaruh polusi udara, dan konsumsi makanan yang tidak sehat. Di samping itu faktor usia juga berpengaruh,” papar dia.

Dia menambahkan, perawatan secara teratur dan mengkonsumi Natur E sebagai vitamin dari dalam tubuh akan mengurangi risiko kerusakan wajah. (Agustine)

Tinggalkan Balasan