Jembatan Kaca Jodipan Karya Mahasiswa UMM Diresmikan Walikota

0
22
Jembatan Jodipan karya mahasiswa UMM menghubungkan kampung Tridi dengan kampung warna-warni Jodipan Kota Malang diresmikan walikota.

PWMU.CO – Walikota Malang, Mochamad Anton, meresikan Jembatan Kaca Jodipan, Senin (9/10/2017). Jembatan ini merupakan karya dua mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Khairul Ahmad dan Mahatma Aji Pangestu.

Jembatan ini kian mempercantik kampung tematik Tridi di Kelurahan Kesatrian dan kampung warna-warni Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan.  Jembatan yang melintangi Sungai Brantas ini merupakan jembatan kaca pertama di Indonesia.

Jembatan yang mengubungkan KWJ dan kampung Tridi ini didominasi warna kuning emas, dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter sehingga bisa digunakan dua jalur atau dua orang yang berjalan berpapasan. Diestimasikan, jembatan dapat menampung 50 orang.

Desain jembatan kaca yang dinamai Ngalam Indonesia ini dipercayakan pada Khairul dan Aji lantaran pengalaman mereka sebagai juara Kontes Jembatan Indonesia dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia pada 2015.

Baca juga: Kisah Sukses Mahasiswa UMM Ubah Perkampungan Kumuh Jadi Rio de Janeiro-nya Indonesia

Khairul dan Aji mulai mendesain jembatan pada Januari 2017. Langkah awal dimulai dengan meninjau lokasi Jodipan dan Kesatrian untuk melihat topografi. Setelah desain konstruksi jadi jembatan dibangun pada April 2017.

”Kita menawarkan tiga bentuk jembatan yaitu tipe busur atau melengkung, futuristik dan cable stayed. Ternyata model cable stayed ini yang disetujui Rektor UMM karena ada segi estetikanya,” ujar Khairul dan Aji.

Wali Kota Malang Mochamad Anton mengakui kreativitas mahasiswa UMM. “Dengan rampungnya jembatan ini, semoga saja minat wisata di Kota Malang khususnya KWJ dan Kampung Tridi semakin meningkat. Dengan begitu kan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. Apalagi  jembatan kaca karya UMM ini pertama dan satu-satunya di Indonesia,” ujarnya.

Sebelum jembatan dibangun, wisatawan yang ingin menikmati kedua sisi kampung harus menaiki puluhan anak tangga dan memutar lewat Jembatan Brantas. Munculnya Jembatan Kaca menjadi fasilitas baru bagi warga sekaligus alternatif bagi pengunjung. Diharapkan, selain mempermudah akses, kekerabatan antar kampung pun kian rekat untuk mempercantik Kota Malang.

Dengan berlantai kaca, warga dan pengunjung diajak menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan. Kaca yang transparan memiliki sensasi tersendiri layaknya Jembatan Kaca di Zhangjiajie Cina. Kini, jembatan kaca menjadi spot foto baru bagi netizen yang kerap mengunggah foto-foto menariknya di media sosial. (hum)

Tinggalkan Balasan