Gandeng Mediatrust, PWM Jatim Garap Peta Dakwah Digital

0
14
edo/pwmu.co
CEO Mediatrust, Luthfi Subagio (kiri), dalam pertemuan dengan PWM dan LIK di Kantor PWM, Jl. Kertomenanggal IV/1, Surabaya.

PWMU.CO-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tertarik menyusun peta dakwah digital untuk membantu penyelesaian masalah umat di lapangan. Peta dakwah ini berisi data kondisi sosial, ekonomi, politik, potensi SDM, aset, dan jaringan yang dimiliki Muhammadiyah.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan jajaran PWM Jawa Timur dengan pengurus Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK), dan CEO Mediatrust, Luthfi Subagio, di Kantor PWM, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, Selasa (10/10/2017).

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua PWM, Nadjib Hamid, Sekretaris PWM, Tamhid Masyhudi, Ketua LIK, Muh. Kholid AS, bersama jajaran pengurus lainnya di antaranya Arief Santosa, Agus Wahyudi, Rakhmat Ardhi Kurniawan, Fajar Arifianto, Jamroji, M Nurfatoni, Faishol Taselan, Zaenal Arifin, Sugeng Purwanto, Dedi Wahab, Nuruddin MZ, dan Rully Anwar.

Foto Bersama tim pwmu.co dengan CEO mediatrust

Pertemuan membahas platform, program, dan materi-materi penting yang akan digunakan untuk mendukung peta dakwah digital. Dengan peta dakwah digital ini jika ingin mengetahui kondisi suatu daerah tinggal klik maka semua data yang diinginkan muncul.

(Baca: PWMU.CO Jajaki Kerjasama dengan Mediatrust)

Wakil Ketua PWM, Nadjib Hamid, mengatakan, peta dakwah digital ini menjadi bagian penting dari program yang harus dituntaskan PWM Jawa Timur untuk mewujudkan dakwah berkemajuan. ”Kebutuhan peta dakwah digital ini sangat mendesak mengingat Muhammadiyah harus memiliki pijakan yang terukur agar dakwahnya tepat sasaran dan berbasis pada kebutuhan masyarakat,” katanya.

Semisal, sambung dia, di daerah tertentu yang dibutuhkan masyarakat ternyata masalah ekonomi, tentu PWM akan menyiapkan sarana dan prasarananya. ”Sebaliknya jika yang terjadi terkait masalah akidah, tentu akan disiapkan penguatan materi-materi keagamaan yang mencerahkan dan berkemajuan,” katanya

Menurut Nadjib, masalah dakwah bukan hanya monopoli mubaligh atau dai yang menyampaikan pesan lewat ceramah maupun pengajian dengan materi yang diulang-ulang dan tidak tervalidasi.

”Semua orang bisa berkontribusi untuk berdakwah. Muhammadiyah berkomitmen mengajak semua pihak membantu berdakwah dengan kapasitas yang dimiliki. Seperti upaya mengentaskan kemiskinan, menegakkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan, dan masih banyak lagi,” tandas Nadjib.

CEO Mediatrust, Luthfi Subagio, siap membantu keinginan menyusun peta dakwah digital ini dengan mengenalkan perangkat lunak komputerisasi untuk memudahkan meng-input data. ”Kami memiliki perangkat yang siap dipakai dan juga berpengalaman mendampingi klien lembaga dakwah,” kata Luthfi yang sekarang berkantor di Jakarta.

Hal senada disampaikan Ketua LIK Muh Kholid AS. Kata dia, LIK telah menyiapkan piranti-piranti yang dibutuhkan untuk mendukung peta dakwah digital. (*)

Tinggalkan Balasan