Beranda Candamu Ketika ‘Mantra’ Guide Tidak Sakti Lagi, Kelucuan di Perbatasan Malaysia-Thailand

Ketika ‘Mantra’ Guide Tidak Sakti Lagi, Kelucuan di Perbatasan Malaysia-Thailand

0
BAGIKAN
Peserta Islamic Studies Muhammadiyah Jatim saat berada di perbatasan Malaysia-Thailand

PWMU.CO –  Seperti biasa, setiap travel mempunyai trik – trik untuk memperlancar setiap perjalanan yang dipandu. Begitu pula travel yang mengantarkan rombongan dari Muhammadiyah Jatim saat melakukan lawatan ke Thailand, Jumat (28/9) sore.

Saat akan sampai pada imigrasi ke luar Malaysia, Rahman, salah seorang guide mengatakan, nanti saat di kantor imigrasi Thailand kalau ditanya – tanya sama petugas jawab saja begini: group group, guide in the office. Spontan semua peserta lawatan ini langsung menghafal sambil tertawa karena terasa lucu saja.

Nah, tiba satu – persatu dapat giliran dicek paspornya oleh pihak imigrasi Thailand. Awalnya semua lancar. Tapi, tiba giliran Luluk Humaidah, ternyata tidak segera selesai.

Usut punya usut, ternyata pihak imigrasi mengajukan ke Luluk pertanyaan kurang lebih seperti ini: “tujuannya ke mana? Tinggal di hotel apa? dan di mana alamatnya?”.

Lantaran pertanyaan diajukan ke Luluk dalam bahasa Thailand, Luluk yang terlihat sedikit bingung akhirnya menjawab sesuai arahan dari guide tadi, yakni  “group , guide in the office”. Rupa-rupanya ‘mantra’ penjinak imigrasi itu tidak sakti.

Hal itu pun membuat rombongan lain ikut khawatir dan agak panik. Tak terkecuali dengan guide, yang ternyata juga tidak mengetahui secara spesifik nama dan lokasi hotel tempat rombongan Muhammadiyah Jatim menginap.

Guide yang kebetulan berada di samping Luluk kemudian bertanya ke pihak travel perihal nama dan lokasi menginap. “Ternyata jawaban sebenarnya Southern View Hotel in Pattani. Bukan Group Group Guide ini the Office”.

“Sebenarnya saya sendiri sudah tahu kalau jawaban itu tidak cocok dengan pertanyaan yang diajukan oleh petugas imigrasi, makanya dia juga merasa lucu menjawabnya. Sehingga ketika sudah beres, saya pun bergegas bergabung pada rombongan,” tuturnya.

Kejadian itu bisa menjadi pelajaran semuanya. Terang saja, semua sudah berfikir bahwa jawaban yang dikasih pihak pemandu itu benar. Tapi ketika diperlukan tidak cocok sama sekali dengan pertanyaannya.

Kejadian itu menjadikan semua rombongan ger-geran sambil melanjutkan perjalanan menuju rumah makan Sang Surya. Ada – ada saja. (Iyunk/Uzlifah/Aan)

Tinggalkan Balasan