Beranda Persyarikatan Silaturrahim PDM Surabaya-Bandung, Bahas Ekonomi Umat

Silaturrahim PDM Surabaya-Bandung, Bahas Ekonomi Umat

0
BAGIKAN
Pengurus PDM Surabaya dan PDM Bandung.

PWMU.CO – Penguatan roda organisasi harus senantiasa dijaga dan kondisikan agar mampu memberikan solusi-solusi umat yang semakin komplek. Pada tanggal 21-24 September 2017 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melakukan lawatan ke Muhammadiyah Kota Bandung.

Pertemuan antara PDM Surabaya dan PDM Bandung di Perguruan Muhammadiyah Antapati Bandung. Ketua PDM Bandung Rifqi Ali Mubarok beserta pengurus lainnya menyambut rombongan PDM Surabaya dengan hangat.

“Tahun 1921 berdirinya PDM Surabaya sedangkan PDM Bandung lahir tahun 1926. Kami sangat berbangga bisa ketemu PDM Surabaya untuk berbagi pengalaman, sebagai saudara muda kami perlu banyak belajar. Yang kami ketahui bahwa gerakan Muhammadiyah Surabaya yang sukses adalah pendidikan. Salah satunya Sekolah Muhammadiyah di Pucang,” katanya.

Dia memaparkan, PDM Bandung memiliki 20 PCM dari 31 Kecamatan di Bandung. PCM Sukajadi menjadi PCM unggulan di Bandung. Selain pendidikan, PDM Bandung memiliki amal usaha sosial, yang terbesar salah satunya adalah panti bayi. “Semua PCM mempunyai panti. Dari bidang Sosial menjadi unggulan. Namun bidang ekonomi masih dalam penataan,” terangnya.

Sementara itu Ketua PDM Surabaya Mahsun Jayadi mengatakan, PDM Surabaya perlu belajar banyak dari PDM Bandung. Khususnya pengembangan PCM Sukajadi. Dia pun menyampaikan beberapa program unggulan PDM Surabaya. Seperti Siap (Sosio Enterpreneur & Pendidikan), pendirian pesantren, data base, single windows, pendirian cabang baru, pengembangan ekonomi (Surya Mart dan Maida Bakery) dan kualitas pendidikan yang merata.

“Walaupun Surabaya sebagai saudara tua, tetap kami harus belajar dari Bandung. Khususnya pengembangan PCM Sukajadi. MoU kerjasama antara PDM Surabaya-Bandung perlu dilakukan.

Sementara itu, Sekretaris PDM Surabaya Arif An juga menekankan adanya MoU antara Bandung dan Surabaya.Khususnya penguatan jaringan Ekonomi.

“Misalnya ekonomi wisata kuliner, fashion, PKL, garmen.  Setelah dari sini, kita akan konsolidasikan dengan majelis terkait,” tutur Arif An yang juga Ketua Karang Taruna Kota Surabaya. (fyas/ilmi)⁠⁠⁠⁠

Tinggalkan Balasan