Komitmen Muhammadiyah pada Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Komitmen Muhammadiyah pada Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

450
1
BAGIKAN
Komitmen Muhammadiyah pada Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Dari kanan ke kiri: Tamhid Masyhudi, Tjatur Prijambodo, dan M. Arifin (foto: doc)

PWMU.CO – Hari ini, bertempat di Hotel Garden Palace Surabaya, diselenggarakan Sosialiasi Permendagri no 21 tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Muhammadiyah sebagai organisasi yang konsen dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba pun ikut hadir. “Saat ini ada 15.000 atau sekitar kurang 40 orang/hari  meninggal dunia sia-sia karena penyalahgunaan narkoba,” demikian kata Dirjen Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Kemendagri, Bahrum Alamsyah Siregar SH, pada pembukaan.

Disamping itu, tambah Bahrum, ada 68 jenis baru narkoba yang sebagian besar tidak masuk dalam UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan yang semakin memperparah kondisi ini adalah jumlah tempat rehabilitasi yang jauh dari kata cukup. Sampai saat ini, seluruh jaringan rumah sakit dan tempat rehabilitasi yang ada, hanya mampu merehabilitasi 18.000 orang dari 4.000.000 pecandu.

Menanggapi kondisi ini, Muhammadiyah Jatim sudah berkomitmen untuk aktif dalam pencegahan penyahalahgunaan narkoba. “Muhammadiyah harus bisa mengambil peran strategis untuk membantu ketidakberdayaan pemerintah dalam menangani permasalahan ini,” kata Sekretaris PWM Jatim, Ir Tamhid Masyhudi.

Sejak 2015 Muhammadiyah Jawa Timur telah berperan aktif melakukan langkah nyata pencegahan penyalahgunaan narkoba. Salah satunya membentuk Badan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (BP2N) PWM Jatim yang diketuai M. Arifin MAg. “Berkali-kali BP2N turun secara langsung ke daerah untuk memberi penyuluhan dan pelatihan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba,” jelas Arifin.

Muhammadiyah telah membuktikan perannya saat ada pecandu Narkoba di sekolah dengan mendampingi dan memberi konseling sampai tahap Rehabilitasi. “30 anggota Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah se-Jawa Timur siap menerima pasien pecandu narkoba dan memberi bimbingan rohani,” tambah Wakil Ketua BP2N, Tjatur Prijambodo MKes.

Anggota Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jatim ini juga menambahkan, Muhammadiyah Jatim juga aktif ikut serta memberi masukan penyusunan Perda tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Jawa Timur.

BP2N sendiri telah menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur sejak 2015. Bahkan Kepala BNN RI Komjen Budi Waseso juga telah berkunjung ke kantor BP2N di PWM Jatim dan menyampaikan terima kasih pada Muhammadiyah.

“Terima kasih  kepada Muhammadiyah sebagai satu-satunya Ormas Islam yang konsen pada pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Saya berharap BP2N untuk lebih aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dengan memanfaatkan jaringan struktural organisasi yang dipunya,” katanya saat itu. Sebuah jihad untuk membentengi anak bangsa dari kerusakan. (aan/raya)

1 KOMENTAR

  1. Dengan pelopor PWM Jawa Timur. setiap PWM dapat membentuk BP2n. Tentunya mendapat Pengarahan dari PP Muhammadiyah. Semoga.

Tinggalkan Balasan