Beranda Headline Pejuang Pengentasan PSK Itu Telah Tiada

Pejuang Pengentasan PSK Itu Telah Tiada

1
BAGIKAN
Almarhumah Hj Endang Suwartiningsih
Almarhumah Hj Endang Suwartiningsih, saat bersama suami (foto istimewa)

PWMU.CO – Innalillahi wainnailaihi rajiun. Salah satu sosok aktivis perempuan di balik penutupan beberapa lokalisasi di Surabaya, Hj Endang Suwartiningsih, telah berpulang ke hadirat Allah, Ahad (3/4) kemarin. Almarhumah yang beralamat Jl Dupak Bangunsari Gang 3 No 28 Surabaya, terakhir tercatat sebagai Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya periode 2015-2020.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya periode 2015-2020, M Arif An, menceritakan bahwa almarhumah adalah sosok yang taat beragama dan sangat peduli pada lingkungannya.

Arif, yang saat itu Ketua PCM Krembangan 2010-2015, bersama almarhumah, yang waktu itu Ketua PCA Krembangan 2010-2015, termasuk motor perjuangan penutupan lokalisiasi di Surabaya, yaitu yang ada di kawasan Bangunsari dan Tambak Asri, juga Dolly.

Sebelum penutupan, almarhumah melakukan pemberdayaan terhadap para PSK di kawasan lokalisasi tersebut. Mereka diberi pelatihan keterampilan dan bimbingan keagamaan, agar nantinya memiliki keahlian dalam mencari pekerjaan lain.

”Saya teringat saat bersama almarhumah berjuang untuk penutupan beberapa lokalisasi di Surabaya. Almarhumah juga sangat intens untuk melakukan pemberdayaan dan memberi bimbingan agama kepada para PSK,” kenang Arif.

Hj Endang Suwartiningsih aktif di Aisyiyah
Almarhumah Hj Endang Suwartiningsih (dua dari kiri), pernah jadi Ketua PCA Krembangan 2010-2015 dan Ketua Majelis Ekonomi PDA Kota Surabaya 2015-2020. (foto dok)

Menurut Arif, meski almarhumah lahir dan dibesarkan di kompleks lokalisasi, namun dia tidak terjerumus. Justru almarhumah berjuang untuk menutup lokalisasi yang ada. Hal itu menurut Arif karena ketaatan Endang dalam beragama. Itu pula yang membuat almarhumah sangat aktif dan fokus berjuang di Aisyiyah.

“Kami dari Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Krembangan tentu merasa kehilangan sosok almarhumah. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan kesabaran. Amin,” doa Arif. (aan)

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan